Sifat Khimar Syar’i

Oleh : Syaikh Muhammad Ali Farkus hafidzohulloh

pink-tulips3Pertanyaan :

Bagaimanakah sifat khimar yang syar’i?

.

Jawaban :

الحمدُ لله ربِّ العالمين، والصلاة والسلام على من أرسله اللهُ رحمةً للعالمين، وعلى آله وصحبه وإخوانه إلى يوم الدين، أمّا بعد:

Khimar haruslah menutup kepala wanita dan juga melingkupi leher serta menutup dada –yaitu tempat potongan dari baju dan gamis- dan demikian pula menutupi apa-apa yang di bawah dagu, sebagaimana firman Alloh ta’ala :

وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ

“Dan hendaklah mereka menutupkan khimar ke dada-dada mereka” [QS an-Nur : 31]

Dan karena menutup leher tidaklah sempurna kecuali juga dengan menutupi bagian bawah dari dagu maka wajib memasukkannya sebagai bagian yang harus ditutup berdasarkan kaidah :

مَا لاَ يَتِمُّ الوَاجِبُ إِلاَّ بِهِ فَهُوَ وَاجِبٌ

“Kewajiban yang tidak sempurna melainkan dengan suatu wasilah/perbuatan, maka hukum wasilah itu menjadi wajib.”

Dan jika seorang wanita hendak keluar dan pergi dari rumahnya maka tidaklah cukup memakai baju dan khimar saja, akan tetapi haruslah ia memakai mula’ah (jilbab) yang longgar diatas khimar tersebut dari atas kepalanya sampai ke bawah. Berdasar firman Alloh ta’ala :

يَا أيهَا النَّبِيُّ قُل لأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu.” [QS. Al-Ahzab : 59]

Dan yang demikian adalah ketika ia pergi dari rumahnya, dan juga ketika menemui kerabat suaminya dan orang asing lainnya yang tidak tinggal serumah dengannya.

Adapun dalam sholat, boleh baginya untuk sholat dengan baju dan khimar saja dengan tanpa ada hiasan-hiasan padanya. Tapi yang utama bagi wanita dalam sholat adalah memakai tiga potong pakaian : khimar, baju (jubah, pent) dan jilbab.

والعلمُ عند الله تعالى، وآخر دعوانا أنِ الحمد لله ربِّ العالمين، وصلى الله على نبيّنا محمّد وعلى آله وصحبه وإخوانه إلى يوم الدين، وسلّم تسليمًا

Al-Jaza’ir : 3 Dzul Hijjah 1427 H

Bertepatan dengan : 23 Desember 2006 M

***

Sumber : http://www.ferkous.com/rep/Bj28.php

***

صفة الخمار الشرعي

:السـؤال

ما هي صفات الخمار الشرعي؟

:الجـواب

:الحمدُ لله ربِّ العالمين، والصلاة والسلام على من أرسله اللهُ رحمةً للعالمين، وعلى آله وصحبه وإخوانه إلى يوم الدين، أمّا بعد

فالخمار ينبغي أن يغطي رأسَ المرأةِ ويكون مُلْتَـفًّا على الرقبة بحيث يُغطِّي الجُيُوبَ -وهي موضع القطع من الدرع والقميص- وكذا ما يتعلَّق بأسفل الذِّقْنِ لقوله تعالى: ﴿وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ﴾ [النور: 31]، ولَمَّا كانت الرقبة لا تتمُّ إلاّ بجزءٍ من الذقن وجب دخوله فيه عملاً بقاعدة: «مَا لاَ يَتِمُّ الوَاجِبُ إِلاَّ بِهِ فَهُوَ وَاجِبٌ»، فإن أرادت الخروج والبروز من مسكنها فلا يكفي الدرع والخمار، ولا بدَّ لها فوق الخمار من مُلاءة من فوق رأسها إلى ما أسفل سابغًا، لقوله تعالى: ﴿يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ﴾ [الأحزاب: 59]، وهذا كلّه في حالة بروزها من مَنْزِلها، وكذلك حال استقبالها لأقارب الزوج وغيرهم من الأجانب الذين لا يساكنونها في محلٍّ واحد، أمّا في الصلاة فيسعها أن تصلي بالدرع والخمار، بدون أن يكون عليها زخرفة وزينة، لكن الأفضل لها في صلاتها أن تكون بثلاث قطع: خمار ودرع وجلباب.

والعلمُ عند الله تعالى، وآخر دعوانا أنِ الحمد لله ربِّ العالمين، وصلى الله على نبيّنا محمّد وعلى آله وصحبه وإخوانه إلى يوم الدين، وسلّم تسليمًا

الجزائر في: 3 من ذي الحجة 1427ﻫ

الموافق ﻟ: 23 ديسمبر 2006م

________________

Tulisan terkait:

Satu Tanggapan

  1. Afwan, yang dimaksud baju dalam teks di bawah ini harus berupa gamis/jubah atau boleh jenis pakaian lain misalnya atasan lengan panjang yang longgar plus rok ditambah bawahan mukena? Saya masih sangat awam mengenai dalil terkait hal ini. Saya pernah shalat dengan hanya mengenakan pakaian seperti yang saya sebutkan di atas karena merasa aurat saya sudah tertutup dengan sempurna. Semoga Allah mengampuni saya jika ternyata hal tersebut tidak diperkenankan.

    “Adapun dalam sholat, boleh baginya untuk sholat dengan baju dan khimar saja dengan tanpa ada hiasan-hiasan padanya. Tapi yang utama bagi wanita dalam sholat adalah memakai tiga potong pakaian : khimar, baju (jubah, pent) dan jilbab.”

    Jazaakillahu khair..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: