JILBAB, PAKAIAN WANITA MUSLIMAH

JILBAB, PAKAIAN WANITA MUSLIMAH

Oleh: Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari

Di antara kewajiban orang Islam adalah berpakaian sebagaimana diperintahkan oleh Alloh dan RosulNya. Alloh Yang Maha Kuasa telah memerintahkan wanita beriman untuk mengulurkan jilbab mereka pada tubuhnya. Dia berfirman:

يَآأَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلاَبِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min:”Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 33:59)

Dari ayat ini kita mengetahui bahwa wanita wajib mengenakan jilbab. Jilbab yaitu: pakaian luar wanita semacam mukena/rukuh, yang dikenakan dari atas menutupi sebagian besar tubuhnya. Adapun sifat-sifat jilbab/pakaian wanita adalah sebagai berikut:

Baca lebih lanjut

Iklan

Nasehat Syaikh Sholeh Fauzan Tentang Tersebarnya Jilbab Yang Dihias-hiasi

Nasehat Syaikh Sholeh Fauzan Tentang Jilbab Yang Dihias-hiasi

Oleh: Syaikh Sholeh bin Fauzan al-Fauzan hafidzohulloh

Pertanyaan:

Akhir-akhir ini tersebar aba’ah (yakni: jilbab, pent) yang dinamakan ‘Aba’ah Islamiyyah’ yang dikenakan dari atas kepala, akan tetapi ia memiliki lengan dari tangan sampai ke bahu. Bagaimana pendapat syaikh tentang memakai aba’ah semacam ini?

Jawaban:

Yaa ikhwan, jilbab itu tujuannya untuk menutupi bukan untuk berhias. ia bukanlah perhiasan dan tidak boleh digunakan untuk berhias atau diberi bordir-bordir atau lukisan, atau dibuatkan lengan sehingga jadi seperti baju (lengan panjang, pent). Yang seperti ini bukanlah jilbab tapi baju.

Jilbab itu tujuannya untuk menutupi, menutupi seluruh badan wanita, seperti selimut yang besar yaitu jilbab. Tujuannya adalah untuk menutupi dan bukan untuk berhias.

Bahkan tujuannya adalah untuk menutup diri dari berhias di hadapan laki-laki (ajnabi), maka tidak boleh menghiasi jilbab. Ia diberi embel-embel ‘Islami’ supaya laris, padahal ini tidak Islami! Ini hanya supaya laris saja.

Jilbab yang Islami itu adalah jilbab yang menutupi, lebar dan panjang serta tidak terdapat lukisan, bordiran dan hiasan-hiasan, jilbab Islami itu adalah yang sederhana dan tidak ada hiasan-hiasannya. Na’am.

***

Baca lebih lanjut

Nasehat Syaikh Ibnu Utsaimin Tentang Tersebarnya Jilbab Yang Dihias-hiasi Bordir

Nasehat Syaikh Ibnu Utsaimin Tentang Tersebarnya Jilbab Yang Dihias-hiasi Bordir

Pembawa Acara:

Fadhilatus syaikh, sangat disayangkan telah tersebar di kalangan para wanita jilbab yang dihias-hiasi dengan bordir dan begitu pula cadar lebar (yakni seperti cadar yg tidak menutupi dahi & alis, pent). Bagaimana nasehat anda bagi mereka para wanita dan para wali mereka?

Syaikh berkata:

Na’am, aku katakan: Baca lebih lanjut

Bolehkah Seorang Ibu Memakai Lingerie / Baju Yang Sexy Di Depan Anak-anaknya

Hukum Memakai Lingerie / Baju Sexy Di Hadapan Anak-anak

Oleh : Al-Lajnah ad-Daimah lil Buhutsil Ilmiyyah wal Ifta’

Pertanyaan :

Saya seorang wanita yang telah menikah, terkadang di dalam rumah saya memakai baju yang tipis yang bisa mensifati warna kulit (agak transparan) atau baju yang pendek yang jika saya duduk terlihat apa yang di atas lutut. Hal itu untuk mempermudah gerak ketika mengerjakan pekerjaan rumah, meringankan hawa yang sangat panas dan juga untuk berhias di depan suami saya.

Tetapi suami saya menasihati saya untuk meninggalkan baju seperti itu dikarenakan adanya anak-anak kami yang usianya berkisar antara 3-9 tahun, dan dikhawatirkan apa yang mereka lihat sekarang tidak akan hilang dari ingatan mereka sampai mereka besar kelak. Tetapi saya tidak menuruti nasihatnya dengan alasan bahwa anak-anak kami masih kecil, dan mereka tidak dikhawatirkan akan terfitnah.

Oleh karena hal ini telah mengganggu pikiranku sedangkan aku ingin mendapatkan ridho Alloh dan bukan murkaNya, maka saya menulis pertanyaan ini kepada anda dengan harapan saya akan mendapatkan penjelasan hukum syar’i tentang hal ini dan nasihat dari anda.

Jawaban :

Baca lebih lanjut

Cara Membuat Jilbab Segitiga

Oleh: Ummu Shofiyyah al-Balitariyyah

الحمدُ لله ربِّ العالمين، والصلاةُ والسلامُ على مَنْ أرسله اللهُ رحمةً للعالمين، وعلى آله وصَحْبِهِ وإخوانِه إلى يوم الدِّين، أمّا بعد:

Mau bikin jilbab besar tapi irit bahan? bikin aja jilbab segitiga… kain yg dibutuhkan cuma 1,5 m x 1,5m aja… Jilbab ini lebarnya hampir sama seperti jilbab bundar selutut, padahal untuk membuat jilbab bundar selutut kain yang membutuhkan adalah 2,25 meter.

Jika kita andaikan harga kain yang kita gunakan adalah Rp. 20 ribu per meter, maka untuk membuat jilbab segitiga ini hanya memerlukan 1,5 meter atau Rp. 30 ribu aja… sedangkan untuk membuat jilbab bundar selutut diperlukan 2,25 meter atau Rp. 45 ribu. Jadi ada selisih 15 ribu dengan ukuran jilbab yang hampir sama…

Jilbab ini bagian depan berbentuk melingkar seperti jilbab bundar, panjangnya kira2 selutut bagi akhwat yang tingginya sekitar 150-160 cm. Adapun bagian belakang jilbab  berbentuk segitiga, panjangnya kurang lebih sebetis atau hampir semata kaki. Bagian samping jilbab sedikit lebih pendek tapi sudah bisa menutupi tangan.

Mau tau cara buatnya? Ikuti langkah2nya sebagai berikut :

Baca lebih lanjut

Cara Membuat Cadar Kotak 3 Lapis Berpurdah (3 Layer Niqab)

Oleh: Ummu Shofiyyah al-Balitariyyah

Segala puji bagi Alloh yang telah menurunkan syari’at hijab bagi kaum muslimah, agar dengannya mereka dapat menjaga aurat dan kehormatan mereka. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah atas Rosululloh yang diutus sebagai rahmat bagi sekalian alam, dan keluarga beliau, serta para shahabatnya dan orang-orang yang mengikuti jalan mereka sampai hari kiamat kelak. Amma ba’du:

Melanjutkan praktek membuat cadar kotak yang telah lalu, sekarang ana akan share cara membuat cadar kotak tiga lapis (dengan lapisan purdah) atau biasa disebut 3-layer niqab oleh para akhwat yang berasal dari negara-negara barat.

Cadar berpurdah ini banyak dipakai oleh para akhwat Salafiyyat, terutama di negeri-negeri Arab. Adapun di Indonesia, masih jarang yang memakainya, biasanya dipakai para akhwat di pondok-pondok pesantren bermanhaj Salaf. Dan juga kelihatannya masih ada akhwat maupun ikhwan yang sudah ngaji yang masih “alergi” dengan cadar apalagi purdah ini karena dianggap “menyeramkan” dan lain sebagainya, Allohul Musta’aan

Baiklah, kita mulai praktek membuat cadar 3 lapis ini…

Baca lebih lanjut

Cara Membuat Pola & Menjahit Cadar Kotak 2 Lapis

Oleh: Ummu Shofiyyah al-Balitariyyah

بسم الله الرحمٰن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه، أما بعد

Diantara cadar yang banyak dipakai oleh akhowat dan banyak dijual di pasaran adalah cadar kotak. Cadar ini menurut ana nyaman dipakai karena lebih rekat dan bisa menutupi jidat/dahi, dan pada model cadar kotak ini ana tambahkan kerutan/lipit di bagian hidung untuk lebih memudahkan bernafas.

Cadar kotak terdiri dari dua lapis kain, yaitu lapisan untuk penutup wajah dan lapisan kepala. Cadar kotak bisa juga dilengkapi dengan purdah (kain yang agak transparan untuk menutupi bagian mata) sehingga terdiri dari tiga lapis. Tapi untuk kesempatan kali ini ana akan sharing cara membuat cadar kotak dua lapis tanpa purdah terlebih dahulu. InsyaAlloh kalau ada kesempatan, ana akan share cara membuatkan cadar kotak yang dilengkapi dengan purdah atau model cadar lainnya.

Adapun kain yang dibutuhkan untuk membuat cadar kotak dua lapis adalah 112 x 54 cm, beli aja kain sekitar 60 cm baik yang lebarnya 115 cm atau 150 cm, keduanya cukup untuk bikin cadar ini. Kalau bisa jenis kain & warnanya disamakan dengan jilbabnya, sehingga bisa matching ketika dipakai.

Berikut ini langkah-langkah membuat cadar kotak:

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: