Fatwa Seputar Keguguran: Apakah Bayi Yang Lahir Dalam Keadaan Meninggal Perlu Dimandikan, Dikafani Dan Disholatkan?

Fatwa Seputar Keguguran: Apakah Bayi Yang Lahir Dalam Keadaan Meninggal Perlu Dimandikan, Dikafani Dan Disholatkan?

Oleh: Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin rohimahulloh

Pertanyaan:

Seorang bayi perempuan terlahir dalam keadaan meninggal pada usia kehamilan sembilan bulan, lalu ibunya dan ibu suaminya mengambilnya dan menguburkannya tanpa memandikannya dan tanpa mengkafaninya. Apakah mereka berdua berdosa dalam hal ini?

Jawaban:

Ya, mereka berdua berdosa karena mereka telah meninggalkan perkara yang wajib, yaitu memandikan, mengkafankan dan menyolatkan bayi yang gugur ini. Dan bayi yang gugur jika sudah mencapai usia empat bulan, yakni jika ibunya telah mengandungnya selama empat bulan lalu gugur, maka ia wajib dimandikan, dikafankan dan disholatkan serta dimakamkan di pekuburan kaum muslimin jika bayi tersebut muslim. Yang demikian karena setelah empat bulan bayi tersebut telah ditiupkan ruh padanya dan terdapat dalam hadits Ibnu Mas’ud rodhiyallohu anhu, ia berkata:

حدثنا رسول صلى الله عليه وسلم وهو الصادق المصدوق فقال إن أحدكم…. في بطن أمه أربعين يوماً نطفة ثم يكون علقة مثل وذلك ثم يكون مضغة مثل ذلك ثم يبعث إليه الملك فينفخ فيه الروح ويؤمر بأربعة كلمات بكسب رزقه وأجله وعمله وشقي أم سعيد

Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam mengabarkan kepadaku –dan beliau adalah seseorang yang jujur lagi terpercaya- : “Sesungguhnya salah seorang diantara kalian dikumpulkan dalam perut ibunya selama empat puluh hari sebagai air mani, kemudian menjadi segumpal darah selama itu pula, kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula, kemudian akan diutus kepadanya seorang malaikat yang akan meniupkan ruh padanya, dan dia diperintahkan untuk melakukan empat perkara yaitu : menulis rizqinya, ajalnya, amalnya serta apakah dia nanti sengsara ataukah bahagia.” [muttafaqun ‘alaihi]

Maka jika telah ditiupkan ruh padanya, jadilah ia hidup sebagaimana manusia, dan diperlakukan sebagaimana manusia yang hidup. Sehingga jika gugur dalam keadaan usianya telah sempurna empat bulan, maka ia wajib dimandikan, dikafani dan disholatkan serta dikubur di perkuburan kaum muslimin jika ia muslim.

***

Sumber: Fatawa Nur ‘ala ad-Darb, diterjemahkan dari : http://www.ibnothaimeen.com/all/noor/article_4043.shtml. Artikel Ummushofi.wordpress.com

***

السؤال: هذه الرسالة من المستمعة من العراق خ. ن. ر. تقول لقد وضعت بنتاً ميتتاً في شهرها التاسع فقد أخذت والدتها ووالدة زوجها الطفلة ودفناها بدون غسل ولا تكفين فهل عليهما شيء في ذلك؟

الجواب

الشيخ: نعم عليهما في ذلك شيء لأنهما تركتا أمراً واجباً وهو تغسيل هذا السقط وتكفينه والصلاة عليه والسقط إذا بلغ أربعة أشهر يعني إذا كان حملاً له أربعة أشهر وسقط فأنه يجب أن يغسل ويكفن ويصلى عليه ويدفن مع المسلمين إذا كان مسلماً وذلك لأنه بعد أربعة أشهر تنفخ فيه الروح وهناك حديث لأبن مسعود رضي الله عنه قال حدثنا رسول صلى الله عليه وسلم وهو الصادق المصدوق فقال إن أحدكم…. في بطن أمه أربعين يوماً نطفة ثم يكون علقة مثل وذلك ثم يكون مضغة مثل ذلك ثم يبعث إليه الملك فينفخ فيه الروح ويؤمر بأربعة كلمات بكسب رزقه وأجله وعمله وشقي أم سعيد وإذا نفخ فيه الروح صار حياً إنساناً له ما للإنسان الحي وعليه ما عليه فإذا سقط وقد تمت له الأربعة أشهر وجب أن يغسل ويكفن ويصلى عليه ويدفن مع المسلمين إذا كان مسلماً.

Satu Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: