Ta’addud az-Zaujat & Syarat-syaratnya

Ta’addud az-Zaujat & Syarat-syaratnya

Oleh: Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin rohimahulloh

 

التعدد الزوجات

التعدد الزوجات

Kami memandang dalam perkara ta’addud, bahwasanya ta’addud lebih utama daripada mencukupkan diri dengan satu istri, disebabkan dengan ta’addud itu akan memperbanyak keturunan, lebih menjaga kemaluan, dan pada umumnya dalam masyarakat bahwa jumlah wanita lebih banyak daripada jumlah laki-laki, sehingga mereka memerlukan seseorang yang menjaga kemaluan mereka.

Jika seseorang memiliki satu istri maka sungguh ia telah berbuat baik kepada satu orang, dengan ia mengajarinya dari apa-apa yang Alloh ajarkan padanya dari perkara-perkara syari’at. Dan apabila seseorang mempunyai dua orang istri maka bertambahlah kebaikannya, dengan ia mendidik dua orang istri dan menunjuki mereka berdua dan menanggung nafkah mereka berdua, dan apabila baginya 3 istri maka akan bertambah lagi (kebaikannya), dan bila ia memiliki 4 istri maka akan bertambah lagi (kebaikannya).

Maka setiap bertambahnya pasangan yaitu istri, maka itu lebih utama dan lebih baik untuk kemaslahatan yang berhubungan dengan hal itu, tetapi harus dengan adanya syarat-syarat :

Syarat yang pertama : Baca lebih lanjut

JILBAB, PAKAIAN WANITA MUSLIMAH

JILBAB, PAKAIAN WANITA MUSLIMAH

Oleh: Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari

Di antara kewajiban orang Islam adalah berpakaian sebagaimana diperintahkan oleh Alloh dan RosulNya. Alloh Yang Maha Kuasa telah memerintahkan wanita beriman untuk mengulurkan jilbab mereka pada tubuhnya. Dia berfirman:

يَآأَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلاَبِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min:”Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 33:59)

Dari ayat ini kita mengetahui bahwa wanita wajib mengenakan jilbab. Jilbab yaitu: pakaian luar wanita semacam mukena/rukuh, yang dikenakan dari atas menutupi sebagian besar tubuhnya. Adapun sifat-sifat jilbab/pakaian wanita adalah sebagai berikut:

Baca lebih lanjut

Nasehat Syaikh Sholeh Fauzan Tentang Tersebarnya Jilbab Yang Dihias-hiasi

Nasehat Syaikh Sholeh Fauzan Tentang Jilbab Yang Dihias-hiasi

Oleh: Syaikh Sholeh bin Fauzan al-Fauzan hafidzohulloh

Pertanyaan:

Akhir-akhir ini tersebar aba’ah (yakni: jilbab, pent) yang dinamakan ‘Aba’ah Islamiyyah’ yang dikenakan dari atas kepala, akan tetapi ia memiliki lengan dari tangan sampai ke bahu. Bagaimana pendapat syaikh tentang memakai aba’ah semacam ini?

Jawaban:

Yaa ikhwan, jilbab itu tujuannya untuk menutupi bukan untuk berhias. ia bukanlah perhiasan dan tidak boleh digunakan untuk berhias atau diberi bordir-bordir atau lukisan, atau dibuatkan lengan sehingga jadi seperti baju (lengan panjang, pent). Yang seperti ini bukanlah jilbab tapi baju.

Jilbab itu tujuannya untuk menutupi, menutupi seluruh badan wanita, seperti selimut yang besar yaitu jilbab. Tujuannya adalah untuk menutupi dan bukan untuk berhias.

Bahkan tujuannya adalah untuk menutup diri dari berhias di hadapan laki-laki (ajnabi), maka tidak boleh menghiasi jilbab. Ia diberi embel-embel ‘Islami’ supaya laris, padahal ini tidak Islami! Ini hanya supaya laris saja.

Jilbab yang Islami itu adalah jilbab yang menutupi, lebar dan panjang serta tidak terdapat lukisan, bordiran dan hiasan-hiasan, jilbab Islami itu adalah yang sederhana dan tidak ada hiasan-hiasannya. Na’am.

***

Baca lebih lanjut

Nasehat Syaikh Ibnu Utsaimin Tentang Tersebarnya Jilbab Yang Dihias-hiasi Bordir

Nasehat Syaikh Ibnu Utsaimin Tentang Tersebarnya Jilbab Yang Dihias-hiasi Bordir

Pembawa Acara:

Fadhilatus syaikh, sangat disayangkan telah tersebar di kalangan para wanita jilbab yang dihias-hiasi dengan bordir dan begitu pula cadar lebar (yakni seperti cadar yg tidak menutupi dahi & alis, pent). Bagaimana nasehat anda bagi mereka para wanita dan para wali mereka?

Syaikh berkata:

Na’am, aku katakan: Baca lebih lanjut

Bolehkah Seorang Ibu Memakai Lingerie / Baju Yang Sexy Di Depan Anak-anaknya

Hukum Memakai Lingerie / Baju Sexy Di Hadapan Anak-anak

Oleh : Al-Lajnah ad-Daimah lil Buhutsil Ilmiyyah wal Ifta’

Pertanyaan :

Saya seorang wanita yang telah menikah, terkadang di dalam rumah saya memakai baju yang tipis yang bisa mensifati warna kulit (agak transparan) atau baju yang pendek yang jika saya duduk terlihat apa yang di atas lutut. Hal itu untuk mempermudah gerak ketika mengerjakan pekerjaan rumah, meringankan hawa yang sangat panas dan juga untuk berhias di depan suami saya.

Tetapi suami saya menasihati saya untuk meninggalkan baju seperti itu dikarenakan adanya anak-anak kami yang usianya berkisar antara 3-9 tahun, dan dikhawatirkan apa yang mereka lihat sekarang tidak akan hilang dari ingatan mereka sampai mereka besar kelak. Tetapi saya tidak menuruti nasihatnya dengan alasan bahwa anak-anak kami masih kecil, dan mereka tidak dikhawatirkan akan terfitnah.

Oleh karena hal ini telah mengganggu pikiranku sedangkan aku ingin mendapatkan ridho Alloh dan bukan murkaNya, maka saya menulis pertanyaan ini kepada anda dengan harapan saya akan mendapatkan penjelasan hukum syar’i tentang hal ini dan nasihat dari anda.

Jawaban :

Baca lebih lanjut

Fatwa Seputar Keguguran: Aqiqah Bagi Bayi Yang Terlahir Dalam Keadaan Meninggal, Perlukah?

Fatwa Seputar Keguguran: Aqiqah Bagi Bayi Yang Terlahir Dalam Keadaan Meninggal, Perlukah?

Oleh: Syaikh Sholeh bin Abdil Aziz Alu Syaikh hafidzohulloh

Pertanyaan:

Jika bayi gugur dari perut ibunya dalam keadaan mati, apakah perlu di-aqiqahkan?

Jawaban:

Baca lebih lanjut

Fatwa Seputar Keguguran: Apakah Bayi Yang Lahir Dalam Keadaan Meninggal Perlu Dimandikan, Dikafani Dan Disholatkan?

Fatwa Seputar Keguguran: Apakah Bayi Yang Lahir Dalam Keadaan Meninggal Perlu Dimandikan, Dikafani Dan Disholatkan?

Oleh: Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin rohimahulloh

Pertanyaan:

Seorang bayi perempuan terlahir dalam keadaan meninggal pada usia kehamilan sembilan bulan, lalu ibunya dan ibu suaminya mengambilnya dan menguburkannya tanpa memandikannya dan tanpa mengkafaninya. Apakah mereka berdua berdosa dalam hal ini?

Jawaban:

Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.230 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: