Bolehkah Seorang Ibu Memakai Lingerie / Baju Yang Sexy Di Depan Anak-anaknya

Hukum Memakai Lingerie / Baju Sexy Di Hadapan Anak-anak

Oleh : Al-Lajnah ad-Daimah lil Buhutsil Ilmiyyah wal Ifta’

Pertanyaan :

Saya seorang wanita yang telah menikah, terkadang di dalam rumah saya memakai baju yang tipis yang bisa mensifati warna kulit (agak transparan) atau baju yang pendek yang jika saya duduk terlihat apa yang di atas lutut. Hal itu untuk mempermudah gerak ketika mengerjakan pekerjaan rumah, meringankan hawa yang sangat panas dan juga untuk berhias di depan suami saya.

Tetapi suami saya menasihati saya untuk meninggalkan baju seperti itu dikarenakan adanya anak-anak kami yang usianya berkisar antara 3-9 tahun, dan dikhawatirkan apa yang mereka lihat sekarang tidak akan hilang dari ingatan mereka sampai mereka besar kelak. Tetapi saya tidak menuruti nasihatnya dengan alasan bahwa anak-anak kami masih kecil, dan mereka tidak dikhawatirkan akan terfitnah.

Oleh karena hal ini telah mengganggu pikiranku sedangkan aku ingin mendapatkan ridho Alloh dan bukan murkaNya, maka saya menulis pertanyaan ini kepada anda dengan harapan saya akan mendapatkan penjelasan hukum syar’i tentang hal ini dan nasihat dari anda.

Jawaban :

Baca lebih lanjut

Iklan

Memberi Uang Kepada Anak-anak Kecil Pada Hari Raya

Memberi Uang Kepada Anak-anak Kecil Pada Hari Raya

Oleh: Al-Lajnah ad-Daimah lil Buhutsil Ilmiyyah wal Ifta’

Pertanyaan:

Ditempat kami ada anak-anak kecil, dimana dalam adat di negeri kami adalah memberikan sedikit uang kepada mereka (yang biasa disebut dengan ‘iediyyah) pada hari raya idul fithri atau idul adha, untuk menyenangkan hati mereka, apakah pemberian ini bid’ah atau tidak apa-apa?

Jawaban:

Hal ini tidak mengapa, bahkan ini termasuk adat yang baik dan memberi rasa senang kaum muslimin baik yang dewasa maupun anak-anak, dan ini merupakan perkara yang dianjurkan oleh syariat.

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

Al-Lajnah ad-Daimah lil Buhutsil Ilmiyyah wal Ifta’

Ketua: Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz

Wakil: Abdul Aziz alu Syaikh

Anggota: Sholeh al-Fauzan

Anggota: Bakr Abu Zaid

***

Sumber: Fatawa al-Lajnah ad-Daimah (5/347) – al-Maktabah asy-Syamilah. Artikel ummushofi.wordpress.com Baca lebih lanjut

[Pelajaran dari Kutaib Shifat az-Zaujah ash-Sholihah] Diantara Sifat Istri Sholihah: Bersikap Adil Kepada Anak-anaknya

Pelajaran dari kutaib “Shifat az-Zaujah ash-Sholihah” karya Syaikh Abdurrozzaq al-Badr -hafidzohulloh- (bagian 13)

Dan diantara sifat istri sholihah : jika Alloh azza wa jalla memberinya kenikmatan dan kemuliaan berupa anak-anak, hendaknya ia bersikap adil diantara mereka. Sebagaimana sabda Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam:

اعْدِلُوا بين أَوْلَادِكُمْ اعْدِلُوا بين أَبْنَائِكُمْ

“Bersikap adillah kepada anak-anakmu! bersikap adillah kepada anak-anakmu!” [HR. Abu Dawud no. 3544 dari hadits an-Nu’man bin Basyir rodhiyallohu anhu dan dishohihkan al-Albani dalam ash-Shohihah no. 173]

Hadits ini diriwayatkan dalam Sunan Abi Dawud, dan banyak hadits lainnya yang semakna dengan hadits ini.

Baca lebih lanjut

Nyebokin Anak, Apakah Membatalkan Wudhu?

Kembali ke masalah ompol2an… bagi ummahat yang punya bayi atau balita terkadang ketika ia sudah wudhu untuk sholat, tiba2 anaknya ngompol atau pup, terpaksa deh ia nyebokin dulu… trus, gimana dengan wudhunya? apakah batal gara-gara nyebokin anak? Simak jawaban syaikh Muhammad bin Sholeh al-utsaimin rohimahulloh berikut ini…

***

Oleh: Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin rohimahulloh

Pertanyaan:

Syaikh Ibnu Utsaimin rohimahulloh ditanya tentang wanita jika ia menceboki anaknya sedangkan ia dalam keadaan suci apakah wajib baginya untuk berwudhu lagi?

Jawaban:

Baca lebih lanjut

Terlanjur Sholat Sambil Menggendong Anak yang Ngompol di Popoknya, Perlukah Mengulang Sholat?


Sebagai pelengkap dari postingan “Bolehkah Sholat Sambil Menggendong Anak yang Memakai Popok Diapers?”, kali ini kami bawakan fatwa syaikh bin Baz yang masih berhubungan dgn hukum menggendong bayi yg ngompol di popoknya, dengan tambahan berupa hukum sholat yang terlanjur dikerjakan dalam kondisi tsb. Silahkan disimak…

***

Oleh: Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rohimahulloh

Pertanyaan:

Seorang wanita bertanya : Terkadang aku menggendong anak perempuanku ketika sedang sholat karena tangisannya yang keras, sedangkan ia memakai popok dan telah berhadats (ngompol ataupun BAB, pent). Bagaimanakah hukum sholatku dan (bolehkah) aku menggendongnya ketika sholat dalam kondisi yang telah kusebutkan?

Jawaban:

Baca lebih lanjut

PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM [5/5 – Selesai]

PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM [5/5 – Selesai]

Oleh: Ummu Abdillah al-Wadi’iyyah hafidzohalloh

21. Bersemangatlah untuk mendudukkan anakmu pada orang-orang sholeh.

Maka inilah ibu yang sholehah, Ummu Sulaim, dia membawa anaknya Anas kepada Nabi shollallohu alaihi wa sallam dan mengatakan: “Anas adalah pelayanmu wahai Rasulullah, maka do’akanlah ia.” Kemudian Rasulullah shollallohu alaihi wa sallam berdo’a: “Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya serta berkahilah ia di dalamnya.”

Dan Ummu Hudzaifah bertanya kepada anaknya yaitu Hudzaifah bin Al-Yaman, katanya: “Kapan engkau (terakhir kali) bertemu dengan Nabi shollallohu alaihi wa sallam?” Maka aku menjawab: “Aku tidak jumpa dengan beliau sejak (saat) itu.” Sehingga ibuku mencelaku, maka aku berkata kepadanya: “Biarkan aku menemui Nabi shollallohu alaihi wa sallam di saat aku shalat Maghrib bersama beliau dan memintanya untuk memintakan ampun bagiku dan bagimu.” Kemudian aku shalat Maghrib bersamanya sampai shalat Isya. dan setelah selesai beliau pergi dan aku mengikutinya. Ternyata beliau mendengar suaraku, lalu berkata: “Siapa itu? Apakah Hudzaifah?” Aku jawab: “Benar.” Beliau berkata: “Apa keperluanmu? semoga Allah mengampunimu dan ibumu.” Beliau (kemudian) bersabda: “Sesungguhnya malaikat ini tidak pernah turun ke bumi sebelum malam ini sama sekali. Dia meminta izin kepada Rabbnya untuk memberi salam kepadaku dan memberi khabar gembira kepadaku, bahwa Fatimah adalah pemimpin para wanita penghuni surga.” Dikeluarkan oleh At-Tirmidzi dan disebutkan oleh Ayahanda di dalam Ash-Shahihul Musnad (1/214).

Selanjutnya kewajiban kedua orang tua untuk mencurahkan segala daya upaya dalam mendidik anak-anaknya. Dan hidayah itu di tangan Allah sedangkan manusia tidak mampu memberi hidayah pada dirinya sendiri apalagi memberi hidayah pada orang lain. Sebagai contoh nyata yaitu Nabi Nuh alaihissalam seorang Nabi di antara Nabi-Nabi Allah, tidak mampu memberi hidayah kepada anaknya. Padahal ia berharap anaknya ikut bersama mereka dan jangan ikut bersama orang-orang kafir, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Baca lebih lanjut

PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM [4/5]

PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM [4/5]

Oleh: Ummu Abdillah al-Wadi’iyyah hafidzohalloh

18. Jangan biarkan anak-anakmu bergaul dengan anak-anak yang tidak terdidik/ bodoh, karena anakmu akan meniru omongan dan perbuatan mereka yang jelek sehingga akan meruntuhkan apa yang sudah diajarkan.

Seorang penyair mengatakan:

Seorang anak tentu akan menghafal apa yang diberikan kepadanya

_____ Dan tidak akan lupa

Karena Hatinya seperti permata yang bening

_____ Maka ukirlah di atas hatinya berita yang engkau kehendaki

Maka kelak ia akan mengungkapkan

_____ Dari hafalannya yang sempurna

Seorang anak pikirannya kosong dan siap menerima segala sesuatu, sebagaimana dikatakan (dalam peribahasa):

“Mengukir (belajar) di masa kecil seperti mengukir di atas batu.”

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: