Hakikat membaca Al-qur’an

# Hakikat membaca Al-qur’an #
Oleh: Syaikh Abdurrozzaq al-Badr

Membaca al-Qur’an bukanlah sekedar membaca huruf-hurufnya atau menghafal ayat-ayatnya dan surat-suratnya. Sesungguhnya hakikat membacanya adalah membaca, memahami dan mengamalkan.

Barangsiapa yang tidak beramal dengan al-Qur’an, dia tidak termasuk sebagai ahlinya disebabkan hanya dengan hafal huruf-hurufnya saja. Akan tetapi dia tidak termasuk sebagai ahlinya sampai al-Qur’an terlihat pada dirinya dalam ibadah, akhlaq dan menjauhi apa-apa yang dimurkai Alloh.

http://al-badr.net/muqolat/2610quran0113

Bolehkah Wanita Berjual Beli Setelah Adzan Sholat Jum’at?

Mungkin kita pernah mengalami ketika adzan jum’at telah berkumandang, tiba-tiba ada sesuatu yang ingin kita beli di warung, seperti bahan untuk masak atau yang lainnya. Sementara ada larangan jual beli setelah adzan jum’at berkumandang sampai sholat jum’at selesai, sebagaimana firman Alloh ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِي لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” [QS al-Jumua’h : 9]

lalu, apakah kaum wanita juga termasuk yang dilarang berjual beli dalam ayat di atas? simak jawaban syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin dan al-Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi rohimahumalloh berikut ini: Baca lebih lanjut

PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM [3/5]

PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM [3/5]

Oleh: Ummu Abdillah al-Wadi’iyyah hafidzohalloh

17. Utamakan hafalan AI-Qur’an, dan berilah anakmu hafalan yang ringan setiap harinya walaupun dengan satu ayat.

Karena orang-orang yang sibuk dengan Al-Qur’an adalah sebaik-baik manusia, sebagaimana terdapat dalam Shahih Al-Bukhari dari Utsman bin Affan, ia berkata: “Rasulullah shollallohu alaihi wa sallam bersabda:

“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an kemudian mengajarkannya.”

Dan dalam sebuah riwayat (yang lain dari) Al-Bukhari (dengan lafadz): “Seutama-utama kalian” sebagai ganti dari “Sebaik-baik kalian.”

Dan Nabi telah mewasiatkan kepada umatnya untuk memperhatikan dan mementingkan Al-Qur’an.

Berkata Al-Imam Al-Bukhari (9/5022): “Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Yusuf, ia berkata: “Telah bercerita kepada kami Malik bin Mighwal, ia berkata: “Telah bercerita kepada kami Thalhah, ia berkata: “Aku bertanya kepada Abdullah bin Abu Aufa: “Apakah Nabi shollallohu alaihi wa sallam memberi wasiat?” Lalu ia menjawab: “Tidak”. Aku berkata: “Bagaimana mungkin Nabi tidak memberi wasiat, sedangkan beliau memerintahkan manusia untuk berwasiat.” Dia menjawab: “Beliau berwasiat dengan Kitabullah.”

Al-Hafidz berkata: “Yang dimaksud berwasiat dengan kitabullah adalah untuk menjaganya/ menghafalnya, mengikutinya melaksanakan perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya serta terus-menerus membaca dan mempelajarinya dan sebagainya.”

Baca lebih lanjut

Perlukah Menghentikan Aktifitas Lain Selama Bulan Romadhon Khusus Untuk Membaca al-Qur’an Saja?

Oleh: Syaikhoh Sukainah bintu Muhammad Nashiruddin al-Albaniyyah hafidzohalloh

بسم الله الرحمٰن الرحيم

الحمد لله وحده، والصَّلاة والسَّلام عَلىٰ مَن لا نبيَّ بَعْدَه

أمّا بعد

Aku pernah bertanya kepada ayahku (Syaikh al-Albani rohimahulloh, pent) yang secara ringkasnya:

Aku membaca bahwa sebagian Imam jika telah masuk bulan Romadhon, mereka memutus aktivitas hanya untuk membaca al-Qur’an saja, walaupun mereka adalah ulama yang memberi fatwa kepada orang-orang, maka merekapun menghentikan aktivitasnya walaupun untuk berfatwa kepada orang-orang. Apakah ini benar? Apakah aku perlu mengkhususkan bulan Romadhon ini untuk membaca al-Qur’an saja dan aku tinggalkan aktifitas membaca hadits beserta syarahnya, kajian-kajian dan yang selainnya?

Maka beliau menjawab:

Baca lebih lanjut

Bolehkah Wanita Belajar Tajwid Kepada Laki-laki?

Oleh : Syaikh Ali bin Hasan al-Halabi hafidzohulloh

Pertanyaan :

Apakah diperbolehkan bagi wanita untuk belajar tajwid dan hukum-hukum membaca al-Qur’an dengan pengucapan dan dengan mendengarkan kepada seorang syaikh yang kokoh keilmuannya, dengan tetap menjaga hijab dan tidak kholwat (berdua-duaan, pent)? Seandainya perkara tersebut tidak diperbolehkan, apa nasihat bagi para penuntut ilmu yang mengajarkan (tajwid) kepada para wanita? Padahal telah diketahui bahwa perkara tersebut tidak aman dari fitnah.

Jawaban :

Baca lebih lanjut

Ilmu Tajwid : Makhorijul Huruf & File Flash

Bab Makhorijul huruf adalah salah satu bab yang sangat penting dalam ilmu tajwid.

Makhroj (المخرج) secara bahasa adalah: “Tempat keluar” (محل خروج)

Dan secara istilah adalah :

محل خروج الحرف وتمييزه من غيره

“Tempat keluarnya huruf dan pembeda antara satu huruf dengan huruf yang lainnya.”

Tempat-tempat keluarnya huruf ini dibagi secara umum dan secara khusus.

Tempat-tempat keluarnya huruf secara umum ada 5 : Baca lebih lanjut

Hukum Wanita Haid atau Junub Membaca Al-Qur’an

Oleh : al-Ustadz Abul Harits Kholiiful Hadi hafizhohullah

al-Qur'anUlama berbeda pendapat dalam masalah ini, yaitu :

Pendapat pertama : Jumhur ulama berpendapat harom hukumnya membaca al-Qur’an, berdasarkan hadits:

1. Hadits Ibnu Umar :

لَا يَقْرَأُ الْجُنُبُ وَالْحَائِضُ شَيْئًا مِنْ الْقُرْآنِ

Artinya : “(Tidak boleh) bagi seorang yang junub dan wanita haid, membaca Al-Qur’an sedikitpun”

2. Hadits Ali yang diriwayatkan oleh semua pemilik kitab sunan, yaitu : Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: