Hakikat membaca Al-qur’an

# Hakikat membaca Al-qur’an #
Oleh: Syaikh Abdurrozzaq al-Badr

Membaca al-Qur’an bukanlah sekedar membaca huruf-hurufnya atau menghafal ayat-ayatnya dan surat-suratnya. Sesungguhnya hakikat membacanya adalah membaca, memahami dan mengamalkan.

Barangsiapa yang tidak beramal dengan al-Qur’an, dia tidak termasuk sebagai ahlinya disebabkan hanya dengan hafal huruf-hurufnya saja. Akan tetapi dia tidak termasuk sebagai ahlinya sampai al-Qur’an terlihat pada dirinya dalam ibadah, akhlaq dan menjauhi apa-apa yang dimurkai Alloh.

http://al-badr.net/muqolat/2610quran0113

Iklan

Perlukah Menghentikan Aktifitas Lain Selama Bulan Romadhon Khusus Untuk Membaca al-Qur’an Saja?

Oleh: Syaikhoh Sukainah bintu Muhammad Nashiruddin al-Albaniyyah hafidzohalloh

بسم الله الرحمٰن الرحيم

الحمد لله وحده، والصَّلاة والسَّلام عَلىٰ مَن لا نبيَّ بَعْدَه

أمّا بعد

Aku pernah bertanya kepada ayahku (Syaikh al-Albani rohimahulloh, pent) yang secara ringkasnya:

Aku membaca bahwa sebagian Imam jika telah masuk bulan Romadhon, mereka memutus aktivitas hanya untuk membaca al-Qur’an saja, walaupun mereka adalah ulama yang memberi fatwa kepada orang-orang, maka merekapun menghentikan aktivitasnya walaupun untuk berfatwa kepada orang-orang. Apakah ini benar? Apakah aku perlu mengkhususkan bulan Romadhon ini untuk membaca al-Qur’an saja dan aku tinggalkan aktifitas membaca hadits beserta syarahnya, kajian-kajian dan yang selainnya?

Maka beliau menjawab:

Baca lebih lanjut

Bagaimana Seorang Wanita Yang Memiliki Udzur Syar’i Beribadah Pada Lailatul Qodar?

Sengaja kami dahulukan tulisan tentang Romadhon berikut ini, agar bisa diamalkan jauh-jauh hari sebelum datangnya waktu udzur, semoga ada faidahnya…

***

Oleh: Syaikhoh Sukainah bintu Muhammad Nashiruddin al-Albaniyyah hafidzohulloh

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله، والصلاة والسلام على خاتم رسل الله، وعلى آله وصحبه ومن اكتفى بهداه

Aku pernah bertanya kepada ayahku (al-Albani, pent) rohimahullohu ta’ala:

Bagaimana seorang wanita yang memiliki udzur syar’i beribadah pada lailatul qodar?

Maka beliau menjawab:

Baca lebih lanjut

Bolehkah Wanita Belajar Tajwid Kepada Laki-laki?

Oleh : Syaikh Ali bin Hasan al-Halabi hafidzohulloh

Pertanyaan :

Apakah diperbolehkan bagi wanita untuk belajar tajwid dan hukum-hukum membaca al-Qur’an dengan pengucapan dan dengan mendengarkan kepada seorang syaikh yang kokoh keilmuannya, dengan tetap menjaga hijab dan tidak kholwat (berdua-duaan, pent)? Seandainya perkara tersebut tidak diperbolehkan, apa nasihat bagi para penuntut ilmu yang mengajarkan (tajwid) kepada para wanita? Padahal telah diketahui bahwa perkara tersebut tidak aman dari fitnah.

Jawaban :

Baca lebih lanjut

Ilmu Tajwid : Makhorijul Huruf & File Flash

Bab Makhorijul huruf adalah salah satu bab yang sangat penting dalam ilmu tajwid.

Makhroj (المخرج) secara bahasa adalah: “Tempat keluar” (محل خروج)

Dan secara istilah adalah :

محل خروج الحرف وتمييزه من غيره

“Tempat keluarnya huruf dan pembeda antara satu huruf dengan huruf yang lainnya.”

Tempat-tempat keluarnya huruf ini dibagi secara umum dan secara khusus.

Tempat-tempat keluarnya huruf secara umum ada 5 : Baca lebih lanjut

Tidak Sepatutnya Bagi Wanita Membaca al-Qur’an dengan Tajwid di Hadapan Laki-laki yang Bukan Mahrom

Oleh : asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rohimahulloh

Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rohimahulloh berkata :

Seorang pengajar al-Qur’an (laki-laki,red) jika mengajari wanita melalui telepon kemudian para wanita tersebut membaca dan memperdengarkan suaranya kepada pengajar al-Qur’an tadi, maka hukumnya sama dengan jika ia mendengar suara qiro’ah mereka dari balik hijab dengan tidak terlihatnya para wanita tersebut, fitnah terjadi pada dua keadaan ini. Baik ia mendengar suara mereka secara langsung melalui media udara atau angin tanpa perantara kabel atau dengan kabel (telepon, dll. red) maka sesungguhnya suara tersebut adalah suara wanita itu juga.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: