Mayoritas Penghuni Neraka Adalah Wanita

Oleh: Syaikhoh Ummu Abdillah bintu Muqbil al-Wadi’iyyah hafidzohalloh

Imam Al-Bukhari rohimabulloh mengatakan (1/583): “Telah bercerita kepada kami Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Zaid bin Aslam dari Atha dari Yasar dari Ibnu Abbas, ia berkata:

Rasulullah shollallohu alaihi wa sallam bersabda: “Diperlihatkan kepadaku neraka, ternyata mayoritas penghuninya adalah wanita karena mereka berbuat kufur. Beliau ditanya: “Apakah mereka mengkufuri Allah?” Beliau menjawab:

يَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ وَيَكْفُرْنَ الْإِحْسَانَ لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

“Mereka mengkufuri suami dan mengingkari kebaikannya, seandainya engkau berbuat baik pada salah seorang dari mereka selama satu tahun kemudian ia melihat sesuatu (yang tidak ia sukai) darimu, ia akan mengatakan: “Aku tidak pernah melihat satu kebaikanpun darimu.”

Adapun yang dimaksud kufur disini adalah kufur kecil/ ashghor, silahkan lihat di Fathul Bari (1/83).

Dan Al-Imam Al-Bukhari mengatakan (9/ 5196): “Telah bercerita kepada kami Musaddad, ia berkata telah bercerita kepada kami Ismail, ia berkata lelah mengabarkan kepada kami At-Taimi dari Abu Utsman dari Usamah dari Nabi shollallohu alaihi wa sallam beliau bersabda:

“Aku berdiri di atas pintu surga maka kebanyakan orang yang memasukinya adalah orang-orang miskin sedangkan orang-orang kaya, mereka tertahan. Ilanya saja penduduk neraka lelah diperintahkan untuk ke neraka, dan saya berdiri di pintu neraka ternyata kebanyakan orang yang memasukinya adalah wanita. “ Dikeluarkan juga oleh Muslim (4/2236).

Baca lebih lanjut

Iklan

Nasehat Syaikh Sholeh Fauzan di Akhir Ramadhan

Oleh: Syaikh Sholeh bin Fauzan al-Fauzan hafidzohulloh

Segala puji hanya bagi Alloh yang dengan nikmat-Nya sempurnalah amal-amal sholeh, Dialah yang menjadikan setiap yang ada di dunia ini ada kalanya lenyap, dan menjadikan sesuatu yang tetap ada saatnya berpindah, agar orang-orang yang beriman mengambil pelajaran dari yang demikian, sehingga mereka bersegera untuk beramal ketika berada di masa lapang dan tidak tertipu dengan panjangnya angan-angan. Semoga sholawat dan salam senantiasa tercurah atas Nabi kita Muhammad dan para sahabatnya yang merupakan sebaik-baik sahabat serta keluarganya. Amma ba’du:

Wahai para hamba Alloh!

Berfikirlah tentang cepatnya berlalu siang dan malam. Dan ketahuilah bahwa umur kalian berkurang seiring dengan berlalunya siang dan malam. Dan lembaran-lembaran amal kalian telah dibalik seiring dengannya, maka bersegeralah bertaubat dan mengerjakan amal sholih sebelum habisnya kesempatan yang ada.

Wahai para hamba Alloh!

Beberapa saat yang lalu kalian menyambut datangnya bulan Ramadhan yang penuh berkah, dan pada hari ini kalian akan berpisah dengannya yang akan pergi meninggalkan kalian dengan apa-apa yang kalian tinggalkan padanya, ia akan menjadi saksi atas kalian terhadap apa-apa yang telah kalian amalkan, maka bergembiralah bagi siapa yang bulan Ramadhan menjadi saksi atas kebaikannya di sisi Alloh, Baca lebih lanjut

"Pakaian hanyalah zhohir dan masalah kulit saja, yang penting kan hatinya" (??)

Oleh: Syaikhoh Sukainah bintu Muhammad Nashiruddin al-Albaniyyah hafidzohalloh

Syubhat:

Iman dan Takwa itu di dalam hati, sedangkan pakaian hanyalah zhohir dan masalah kulit saja, yang penting kan hatinya.

Jawaban:

Rosululloh alaihis sholatu was salam bersabda di akhir hadits an-Nu’man bin Basyir rodhiyallohu anhu: Baca lebih lanjut

Makna Husnudzon / Berbaik Sangka Kepada Alloh Ta’ala

Oleh : Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin rohimahullohu ta’ala

Makna Husnudzon Berbaik Sangka Kepada Alloh Ta’ala

Pertanyaan:

Mohon jelaskan kepada kami makna husnudzon (berbaik sangka) kepada Alloh?

Jawaban:

Baca lebih lanjut

Garis Sunnah

Oleh : Ustadzuna Abu Abdirrohman Abdulloh Amin hafidzohulloh

Dari Ibnu Mas’ud, ia berkata: Nabi  sholat Isya’ kemudian pergi dan menggandeng tangan Abdulloh bin Mas’ud hingga keluar bersama beliau menuju lembah padang pasir berkerikil di Makkah lalu beliau mendudukkannya kemudian beliau menggariskan untuknya sebuah garis kemudian bersabda:

لاَ تَبْرَحَنَّ خَطَّكَ فَإِنَّهُ سَيَنْتَهِى إِلَيْكَ رِجَالٌ فَلاَ تُكَلِّمْهُمْ فَإِنَّهُمْ لاَ يُكَلِّمُونَكَ

“Janganlah engkau meninggalkan garismu karena sesungguhnya akan berhenti di hadapanmu beberapa orang, janganlah engkau berbicara dengan mereka karena mereka tidak akan berbicara kepadamu.”

Lalu Rosululloh pergi sesuai dengan keinginan beliau, hingga ketika aku dalam keadaan duduk dalam garisku tiba-tiba datang kepadaku beberapa orang, Baca lebih lanjut

Sifat Malu, Sebuah Cabang Keimanan

Oleh: Syaikh Abu Sa’id Bal’id bin Ahmad al-Jaza’iri hafidzohulloh

Dari Abu Huroiroh rodhiyallohu anhu, ia berkata: Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda :

الإيمان بضع وسبعون شعبة ، فأفضلها قول لا إله إلا الله وأدناها إماطة الأذى عن الطريق ، والحياء شعبة من الإيمان

“Iman memiliki lebih dari 70 cabang, yang paling utama adalah syahadat “Laa ilaaha illallohu” dan yang paling rendahnya adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan malu adalah salah satu cabang keimanan.” [HR. Muslim (35)]

Dari Abu Mas’ud a-Badri rodhiyallohu anhu, ia berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda :

إن مما أدرك الناس من كلام النبوة الأولى إذا لم تستح فاصنع ما شئت

“Sesungguhnya di antara yang didapat manusia dari perkataan kenabian terdahulu ialah: Jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendakmu.” [HR. al-Bukhori no. 6120]

Baca lebih lanjut

Banyak dan Sedikitnya Pengikut Bukanlah Ukuran Kebenaran

Oleh: Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rohimahulloh

Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda :

مَا صُدِّقَ نَبِيٌّ (مِنَ الأَنْبِيَاءِ) مَا صُدِّقْتُ، إِنَّ مِنَ الأَنْبِيَاءِ مَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُ مِنْ أُمَّتِهِ إِلاَّ رَجُلٌ وَاحِدٌ

“Tidaklah seorang Nabi [dari para Nabi] dibenarkan sebagaimana aku dibenarkan, sesungguhnya diantara para Nabi ada yang tidak dibenarkan oleh ummatnya kecuali hanya oleh satu orang.”

Al-Albani berkata dalam as-Silsilah ash-Shohihah 1/684 :

Dikeluarkan Ibnu Hibban dalam shohihnya (2305 Mawarid), ia berkata: akhbarona Abu Kholifah, haddatsana Ali bin al-Madini, haddatsana Husain bin Ali, dari Za’idah, dari al-Mukhtar bin Fulful, dari Anas bin Malik ia berkata: Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda, kemudian beliau menyebutkan hadits ini.

Aku katakan: Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: