[Pelajaran dari Kutaib Shifat az-Zaujah ash-Sholihah] Diantara Sifat Istri Sholihah: Menunaikan Hak Suami dan Tidak Menyakitinya

Pelajaran dari kutaib “Shifat az-Zaujah ash-Sholihah” karya Syaikh Abdurrozzaq al-Badr -hafidzohulloh- (bagian 12)

# Menunaikan Hak Suami dan Tidak Menyakitinya #

Dan diantara sifat istri sholihah : menghormati suaminya, mengetahui kedudukan dan haknya. Ada beberapa hadits yang menjelaskan masalah ini, diantaranya adalah hadits yang diriwayatkan oleh ath-Thobroni dalam al-Mu’jam al-Kabir dari Ibnu Abbas rodhiyallohu anhuma, bahwa Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda:

لَا آمُرُ أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ وَلَوْ أَمَرْتُ أَحَدًا يَسْجُدُ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

“Aku tidaklah memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain. Seandainya aku perintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, akan kuperintahkan seorang wanita untuk sujud kepada suaminya.” [al-Mu’jam al-Kabir 11/356, dishohihkan al-Albani dalam ash-Shohihah no. 3490]

Juga diriwayatkan dalam al-Mu’jam al-Kabir karya ath-Thobroni dari Zaid bin Arqom, bahwa Mu’adz berkata: “Wahai Rosululloh, orang-orang ahlul kitab itu sujud kepada pendeta-pendeta mereka, mengapa kami tidak sujud kepadamu?”, beliau bersabda: “seandainya aku memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain niscaya aku akan memerintahkan wanita untuk sujud kepada suaminya. Dan seorang wanita itu belum menunaikan hak suaminya walaupun seandainya suaminya menginginkannya ketika ia sedang berada di dapur, maka berikanlah.” [al-Mu’jam al-Kabir 5/208, dishohihkan al-Albani dalam ash-Shohihah no. 3366]

Hak suami akan lebih besar lagi jika suaminya adalah seorang yang sholeh, bertakwa, yang menjaga ibadahnya dan ketaatannya kepada Alloh. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah meriwayatkan dari jalan Mu’adz bin Jabal rodhiyallohu anhu, ia berkata: Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تُؤْذِي امْرَأَةٌ زَوْجَهَا فِي الدُّنْيَا إِلاَّ قَالَتْ زَوْجَتُهُ مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ : لاَ تُؤْذِيْهِ قَاتَلَكِ اللهُ! فَإِنَّمَا هُوَ عِنْدَكَ دَخِيْلٌ يُوْشِكُ أَنْ يُفَارِقَكِ إِلَيْنَا

“Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia melainkan istrinya dari kalangan bidadari akan berkata: “Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah memusuhimu. Dia (suami) hanyalah tamu di sisimu, hampir saja ia akan meninggalkanmu menuju kepada kami”. [HR. Tirmidzi no. 1174 dan Ibnu Majah no. 2014. Dishohihkan al-Albani dalam ash-Shohihah no. 173]

Para ulama mengatakan bahwa hadits ini merupakan peringatan yang sangat keras kepada para wanita yang menyakiti suaminya.

***

______________________

Tulisan terkait:

Satu Tanggapan

  1. assalamu’alaykum, ummu. salam kenal apa anti bs bbhs arab? kutaib di atas anti yg trjemahkan ato sdh ada teks trjmahannya? syukran. jazaakillah kheir. apa blh ana minta no hp anti?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: