[Pelajaran dari Kutaib Shifat az-Zaujah ash-Sholihah] Sesungguhnya Suamimu itu Surgamu dan Nerakamu

Pelajaran dari kutaib “Shifat az-Zaujah ash-Sholihah” karya Syaikh Abdurrozzaq al-Badr -hafidzohulloh- (bagian 9)

#Sesungguhnya Suamimu itu Surgamu dan Nerakamu…

Dan di antara sifat istri sholihah adalah: Tidak mengurangi hak suami dan …bersungguh-sungguh dalam berkhidmat kepada suami.

Sebagaimana ditunjukkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh an-Nasai dalam as-Sunan al-Kubro dari Hushoin bin Mihron dari bibinya, bahwa ia mendatangi Nabi shollallohu alaihi wa sallam untuk suatu keperluan, setelah selesai urusannya Nabi bertanya kepadanya : “apakah engkau memiliki suami?” si bibi menjawab: “ya”, Nabi bertanya lagi: “bagaimana sikapmu engkau terhadapnya?”, si bibi menjawab: “Aku berusaha keras untuk taat kepadanya, kecuali pada perkara yang tidak aku mampui.” Beliaupun bersabda:

انْظُرِي أَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ، فَإِنَّهُ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ

“Lihatlah bagaimana engkau di sisinya, karena sesungguhnya suamimu itu surgamu dan nerakamu.” [HR. An-Nasa’i dalam as-Sunan al-Kubro no. 8913 dan Ahmad no. 19003. Dishohihkan oleh al-Albani dalam ash-Shohihah no. 2612]

Kapan suami bisa menjadi surga bagi istrinya dan kapan bisa jadi neraka?

Maka di sini wajib bagi para wanita untuk memperhatikan hakikat perkara yang besar ini. “Bagaimana engkau di sisinya?”, engkau punya kewajiban-kewajiban dan engkau adalah hamba Alloh, sedangkan di sana ada surga dan neraka. Alloh telah memerintahkan dan mewajibkan bagimu hak-hak suami ini, maka tegakkanlah dan kerjakanlah sebaik mungkin dan sesempurna mungkin dengan meniatkannya sebagai bentuk ketaatan kepada Alloh dan mencari ridho-Nya, tunaikanlah apa yang menjadi kewajibanmu dan mintalah kepada Alloh apa yang dijanjikan kepadamu: “karena sesungguhnya suamimu itu surgamu dan nerakamu.”

***

Dan yang perlu diperhatikan dalam hal ketaatan kepada seseorang, siapapun itu, haruslah tidak bertentangan dengan ketaatan kepada Alloh, sehingga apabila bertentangan maka ketaatan kepada Alloh lah yang mesti didahulukan.

Dalam kasus ini ketaatan pada suami adalah taat dalam hal yang ma’ruf saja dan tidak boleh taat dalam berbuat kemaksiatan, sebagaimana sabda Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam:

لاَ طَاعَةَ لِمَخْلُوْقٍ فِيْ مَعْصِيَةِ الْخَالِقِ

“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Alloh.” [HR. Ahmad no. 1041]

Karena seorang suami bisa berbuat salah dan tugas seorang istri sholihah adalah mengingatkan dan memperbaiki kesalahan tersebut dengan cara yang terbaik.

 

______________________

Tulisan terkait:

Satu Tanggapan

  1. ana mau ijin copaz ya min, supaya semakin bnyk para wanita yg tau dan paham.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: