[Pelajaran dari Kutaib Shifat az-Zaujah ash-Sholihah] Sifat-sifat Istri yang Buruk

Pelajaran dari kutaib “Shifat az-Zaujah ash-Sholihah” karya Syaikh Abdurrozzaq al-Badr -hafidzohulloh- (bagian 8)

Lanjutan pembahasan hadits sebelumnya…

وَشَرُّ نِسَائِكُمُ المُتَبَرِّجَاتُ المُتَخَيِّلاَتُ وَهُنَّ المُنَافِقَاتُ ، لاَ …يَدْخُلْنَ الجَنَّةَ إلاَّ مِثْلَ الغُرَابِ الأعْصَمِ

“…Dan sejelek-jelek istri kalian adalah wanita yang suka bertabarruj (bersolek) dan sombong, mereka itu adalah wanita-wanita munafik, mereka tidak akan masuk surga kecuali seperti ghurob al-a’shom (sejenis burung gagak yang langka, pent).” [HR. al-Baihaqi 7/82 dan dishohihkan al-Albani dalam ash-Shohihah no. 1849]

# DIANTARA SIFAT-SIFAT ISTRI YANG BURUK #

@ al-Mutabarrijaat (المُتَبَرِّجَاتُ)

dan seburuk-buruk istri kalian adalah yang suka bertabarruj”, yakni yang suka bersolek dengan perhiasannya dan keluar rumah dengan perhiasannya itu, keluar dengan menampakkan kemolekan dan kecantikannya, baunya yang wangi, perhiasan-perhiasannya yang sehingga dengan itu ia menjadi penolong bagi syaithon untuk merusak masyarakat.

Maka wanita yang suka bertabarruj dengan sifat seperti ini pada hakikatnya ia telah keluar untuk menjadi tentara iblis dan penolongnya dalam membuat kerusakan dan membukakan pintu kepada iblis dalam menyebarkan fitnah dan kekejian terhadap orang-orang yang beriman.

@ al-Mutakhoyyilaat (المُتَخَيِّلاَتُ)

Maknanya berasal dari kata “khuyala”, yaitu kesombongan. Ada keterkaitan antara tabarruj dan kesombongan. Seorang wanita yang suka berhias, berdandan, memakai wewangian dan tampil cantik tidaklah ia keluar ke jalan atau ke pasar dengan sifat yang tawadhu’kepada Alloh ta’ala, bahkan ia keluar dengan perasaan tinggi, angkuh, sombong dan merasa ujub terhadap dirinya, penampilannya dan tingkah lakunya?! Begitulah kelaziman antara kesombongan dengan tabarruj, sebagaimana ada juga keterkaitan antara kesantunan dengan rasa malu.

Seorang wanita yang santun memiliki rasa malu dan hatinya dipenuhi rasa malu, dibandingkan dengan wanita yang suka bertabarruj dimana ia telah melepaskan jilbab rasa malu dan mengenakan jilbab kesombongan, ujub dan keangkuhan yang akan mendatangkan bahaya bagi kehidupan rumah tangganya, bahkan seluruh kehidupannya.

Oleh karena itu wanita yang memiliki sifat demikian disebut seburuk-buruk wanita, Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda:

وَشَرُّ نِسَائِكُمُ المُتَبَرِّجَاتُ المُتَخَيِّلاَتُ وَهُنَّ المُنَافِقَاتُ ، لاَ يَدْخُلْنَ الجَنَّةَ إلاَّ مِثْلَ الغُرَابِ الأعْصَمِ

“dan seburuk-buruk istri kalian adalah yang suka bertabarruj lagi sombong, mereka itulah wanita-wanita munafik. Mereka tidak akan masuk surga kecuali seperti ghurob al-a’shom.”

“Ghurob al-A’shom” adalah burung gagak yang di kedua sayap dan kakinya ada sedikit warna putih. Bagaimana engkau akan bisa melihat adanya ghurob al-a’shom di antara burung-burung gagak yang hitam legam? Ghurob al-a’shom ini termasuk yang paling langka, kebanyakan burung gagak itu seluruh tubuhnya berwarna hitam kelam. Maka pada sabda beliau shollallohu alaihi wa sallam: “Mereka tidak akan masuk surga kecuali seperti ghurob al-a’shom” terdapat ungkapan betapa sedikitnya di antara wanita-wanita seperti itu yang akan masuk ke dalam surga, karena sifat burung gagak yang seperti ini sangat jarang sekali.

Kemudian yang semisal hadits ini adalah sabda Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam:

يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ، تَصَدَّقْنَ وَأَكْثِرْنَ الِاسْتِغْفَارَ، فَإِنِّي رَأَيْتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ

“wahai kaum wanita, bersedekahlah dan perbanyaklah istighfar, karena sesungguhnya aku melihat kebanyakan kalian adalah penghuni neraka.” [HR. al-Bukhori no. 304 & 1462 dari hadits Abu Said rodhiyallohu anhu, dan Muslim no. 79 dari hadits Ibnu Umar rodhiyallohu anhu]

Mengapa beliau melihat kebanyakan wanita itu penghuni neraka?

Jika engkau perhatikan sifat-sifat yang disebutkan dalam hadits, anggaplah sifat-sifat itu sebagai seburuk-buruk sifat penduduk neraka, karena engkau akan dapati banyak kaum wanita yang meremehkan dan tidak peduli akan hal tersebut, sampai seolah-olah ia menganggap tidak akan ada hari dimana ia akan berjumpa dengan Alloh dan dihisab atas perbuatan-perbuatannya, sedangkan hadits-hadits dan ilmu itu telah sampai kepadanya, akan tetapi yang ia turuti hanyalah syahwat dan keinginannya saja.

Banyak sekali hadits Nabi shollallohu alaihi wa sallam yang menyebutkan sifat-sifat tercela bagi kaum wanita, sebagaimana dalam hadits Ibnu Umar rodhiyallohu anhu, ia berkata:

لَعَنَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الوَاصِلَةَ وَالمُسْتَوْصِلَةَ، وَالوَاشِمَةَ وَالمُسْتَوْشِمَةَ

“Nabi shollallohu alaihi wa sallam melaknat wanita-wanita yang menyambung rambutnya dan minta disambung rambutnya, wanita yang bertato dan minta ditato.”[HR. al-Bukhori no. 5947 dan Muslim no. 2124]

Dari Ibnu Abbas rodhiyallohu anhuma, ia berkata:

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ، وَالمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

“Rosululloh shollallohu alaihi wa allam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.” [HR. al-Bukhori no. 5885]

لَعَنَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالمُتَرَجِّلاَتِ مِنَ النِّسَاءِ

“Nabi shollallohu alaihi wa sallam melaknat wanita yang bersifat kelaki-lakian (tomboy).” [HR. al-Bukhori no. 5886 dari hadits Ibnu Abbas rodhiyallohu anhuma]

Dari hadits-hadits ini dan yang selainnya dimana disebutkan laknat bagi kaum wanita yang memiliki sifat-sifat tertentu, engkau dapati banyak wanita yang tidak peduli walaupun ia mendengar laknat, peringatan dan dijauhkan dari rahmat Alloh…

Seolah-olah ia tidak merasa bahwa kelak ia akan berdiri di hadapan Alloh subhanahu wa ta’ala dan akan ditanya…

Seolah-olah tidak akan ada hari dimana ia dimasukkan ke dalam lubang lalu ditaburi tanah dan dikubur…, dimana warnanyapun akan berubah…, leher akan terpisah dari badannya…, dan matapun akan terlepas dari tempatnya, semua ini tidak ada dalam pikirannya…

Dan keinginannya hanyalah bersolek, menghiasi dan mempercantik diri walaupun perbuatan yang ia lakukan itu adalah maksiat kepada Alloh, menyelisihi perintah-Nya dan akan mendatangkan kemurkaan-Nya.

Demikianlah sifat-sifat yang tercela yang dijelaskan dalam sunnah agar para wanita sholihah itu mendapatkan peringatan dari sifat-sifat itu. Dan pengetahuan para wanita tentang hal ini adalah pengetahuan yang dimaksudkan untuk dijauhi, sebagaimana dalam sebuah sya’ir:

Aku mengetahui keburukan bukan supaya aku melakukan keburukan itu
,,,,, akan tetapi agar aku menjauhinya

Barangsiapa yang tidak mengetahui keburukan
,,,,, ia akan terjatuh ke dalamnya

***

Semoga Alloh ta’ala memberikan taufik kepada kita untuk bisa menerapkan sifat-sifat istri yang sholihah dan menjauhkan kita dari sifat-sifat istri yang buruk…

 

______________________

Tulisan terkait:

4 Tanggapan

  1. Bagaimana Jika seorang lelaki tidak merasa keberatan jika istri atau anaknya bersolek?
    mereka adalah orang awwam *(tidak meluangkan waktunya untuk mnuntut ilmu syar’i secara mendalam)
    *bagi mereka yang penting hanya melakukan ibadah2 yg wajib, sperti sholat, puasa, zakat, haji . berbuat baik kepada sesama.
    untuk masalah penampilan tentu sangat diutamakan,
    karena penampilan yg hanya polos2an saja akan membuat orang lain antipati, memandang sbelah mata dan dianggap sangat berlebihan dalam beragama.

    dan bagaimana cara mengingatkan orang2 seperti diatas dengan cara yang santun

    tolong nasihatnya umm..
    jazakillaahu khair..

    • Tidak mudah memang umm mengingatkan orang awwam yang tidak memiliki pondasi yang baik dalam beragama, diberi 1000 dalil pun terkadang ditolak karena lebih mendahulukan perasaan, hawa nafsunya dan cenderung mengikuti kebanyakan orang.

      Mungkin cara mengingatkannya adalah dengan memberi contoh cara ber-Islam yang baik, dengan akhlak yang baik dan lemah lembut, mendakwahi mereka mulai dari hal-hal yang terpenting, memahamkan mereka metode (manhaj) dalam memahami agama ini…

      seandainya tetap tidak diterima, maka hidayah taufiq itu hanya milik Alloh, kita hanya bisa mengusahakan dengan nasehat yang baik.

      Wallohu a’lam.

  2. Assalamu’alaikum…Umm, afwan, saya gelisah. InsyaAllah saya mengamalkan sebagian sifat istri shalihah tersebut, tetapi ada yang terlewat saya lakukan, yaitu berkhidmat kepada suami khususnya dan keluarga (meski saya selalu melayani kebutuhan biologisnya). Saya bingung kenapa saya tidak mampu (atau tidak mau) bersungguh-sungguh berkhidmat kepadanya (selain urusan biologis). Perjalanan hidup saya rumit Umm. Saya tidak tau harus minta nasihat kepada siapa. Afwan

    • wa’alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh,
      masing2 orang punya perjalanan hidupnya sendiri2 umm, dan banyak yg perjalanan hidupnya sangat rumit seperti para shahabat Nabi shollallohu alaihi wa sallam, diantara mereka ada yg dulunya pemimpin orang2 musyrik, tapi setelah masuk Islam mereka bisa menjadi orang2 terbaik dari ummat ini. Tentu semua itu bisa dilakukan dengan iman yg jujur & niat yg ikhlas serta kesungguhan untuk berubah menjadi lebih baik.

      Coba anti mulai melatih diri berkhidmat pada suami, mulai dari hal-hal yg ringan. Dan niatkan itu semua sebagai bentuk ibadah kita sbg kaum ibu kepada Alloh ta’ala, insyaAlloh dengan niat itu berkhidmat kepada suami akan lebih terasa ringan.

      Semoga Alloh memudahkan kita untuk menjadi istri sholihah.

      Wallohu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: