[Pelajaran dari Kutaib Shifat az-Zaujah ash-Sholihah] al-Wadud al-Walud al-Muwasiyah al-Muwatiyah… apakah itu??

Pelajaran dari kutaib “Shifat az-Zaujah ash-Sholihah” karya Syaikh Abdurrozzaq al-Badr -hafidzohulloh- (bagian 7)

# Diantara Sifat Istri Sholihah : al-Wadud al-Walud al-Muwasiyah al-Muwatiyah… apakah itu??

Dan diantara sifat wanita sholihah: sebagaimana disebutkan dalam hadits yang terdapat dalam Sunan al-Baihaqi dari Abu Udzainah ash-Shodafi, bahwa Rosululloh shollallohu alaihiwa sallam bersabda:

خَيْرُ نِسَائِكُمُ الوَدُودُ الوَلُودُ ، المُوَاسِيَةُ ، المُوَاتِيَةُ ، إذَا اتَّقَيْنَ اللهَ، وَشَرُّ نِسَائِكُمُ المُتَبَرِّجَاتُ المُتَخَيِّلاَتُ وَهُنَّ المُنَافِقَاتُ ، لاَ يَدْخُلْنَ الجَنَّةَ إلاَّ مِثْلَ الغُرَابِ الأعْصَمِ

“Sebaik-baik istri kalian adalah yang penyayang, subur (banyak anak), mendukung suami lagi penurut, bila mereka bertakwa kepada Allah. Dan sejelek-jelek istri kalian adalah wanita yang suka bertabarruj (bersolek) dan sombong, mereka itu adalah wanita-wanita munafik, mereka tidak akan masuk surga kecuali seperti ghurob al-a’shom (sejenis burung gagak yang langka, pent).” [HR. al-Baihaqi 7/82 dan dishohihkan al-Albani dalam ash-Shohihah no. 1849]

>> LIHATLAH SIFAT-SIFAT ISTRI SHOLIHAH BERIKUT INI!

@ Al-Wadud (الوَدُودُ)

Ini merupakan sifat yang mulia dan tabiat yang terpuji pada seorang wanita dan istri yang sholihah. Al-Wadud adalah yang disifati dengan penyayang dan memperlihatkan rasa sayangnya itu, dan orang yang paling berhak untuk mendapatkannya adalah suaminya. Ia memperlihatkan rasa sayangnya kepada suaminya, mendampingi dan bergaul dengannya dengan bertutur-kata yang lembut dengan ucapan-ucapan yang manis, dan memperlihatkan rasa sayangnya dalam bermuamalah dengannya dalam penampilan dan tingkah lakunya.

Memperlihatkan rasa sayang itu bisa dengan ucapan, tingkah laku, penampilan, perbuatan dan akhlak.

@ Al-Walud (الوَلُودُ)

Yaitu banyak keturunan. Ini merupakan sifat yang baik pada seorang wanita yang baik. Jika seorang wanita diuji dengan suatu penyakit (mandul), maka perkara ini tidak memudhorotkannya karena hal ini tidak hanya terjadi pada dirinya saja, oleh karena itu janganlah ia menyalahkan Alloh karena penyakit ini dan hal seperti ini tidaklah menafikan kebaikannya.

Adapun kalau sebenarnya ia seorang wanita yang subur namun ia menolak punya anak atau ingin memutus keturunan maka ini bisa berbahaya baginya. Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda:

تزوجوا الودود الولود فاني مكاثر بكم الأمم

“Nikahilah wanita yang penyayang dan subur karena aku berbangga dengan banyaknya ummatku pada hari kiamat.” [HR. Ahmad no. 12613 dari hadits Anas rodhiyallohu anhu dan dishohihkan al-Albani dalam al-Irwa’ no. 1784]

Maka seharusnya seorang wanita itu berusaha untuk memiliki anak-anak, melakukan sebab-sebab agar bisa punya anak, kemudian berusaha mendidik, menumbuhkan dan mengasuh mereka, serta meniatkan agar hal ini bisa menjadi sebab adanya anak-anak sholeh dan penyeru-penyeru kepada kebaikan di tengah-tengah masyarakat. Dan hendaknya ia meniatkannya sejak awal ia memasuki jenjang pernikahan, seolah-olah ia berkata antara dirinya dengan Alloh:

“semoga saja Alloh memuliakanku dengan anak-anak yang kelak menjadi bagian dari ummat yang mendapatkan petunjuk, ulama muslimin, atau termasuk dari penyeru kepada kebaikan”,

Sehingga dituliskanlah baginya pahala yang besar dikarenakan niat yang baik ini serta usaha dan kesungguhannya.

@ Al-Muwatiyah (المُوَاتِيَةُ)

Yaitu yang tidak kasar dan keras, bahkan ia penurut, mau mendengarkan, mentaatinya, memenuhi permintaannya dan tidak bersikap sombong dan merasa tinggi terhadap suami, serta tidak bersikap durhaka kepada suami.

@ Al-Muwasiyah (المُوَاسِيَةُ)

Yaitu yang suka membantu suaminya dan berdiri di sisinya, mendukung suaminya untuk berbuat kebaikan dan ketaatan kepada Alloh, dan mendukungnya dalam apa-apa yang bisa mendatangkan kebahagiaan dan kesuksesan.

@ Jika mereka bertakwa kepada Alloh

Yakni sifat-sifat tadi hanya bermanfaat bagi seorang wanita jika ia bertakwa kepada Alloh jalla wa ‘ala. Jadi seandainya ia adalah wanita yang penyayang, subur, penurut dan mendukung suaminya akan tetapi yang ia cari hanya sekedar urusan duniawi saja dan bukan karena ketakwaan kepada Alloh, maka sifat-sifat tersebut tidak ada faidah dan manfaat baginya. Jadi sifat-sifat ini hanya bermanfaat baginya jika ia niatkan untuk mendapatkan ridho Alloh jalla wa ‘ala dan untuk melaksanakan ketakwaan kepada-Nya.

***

______________________

Tulisan terkait:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: