PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM [4/5]

PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM [4/5]

Oleh: Ummu Abdillah al-Wadi’iyyah hafidzohalloh

18. Jangan biarkan anak-anakmu bergaul dengan anak-anak yang tidak terdidik/ bodoh, karena anakmu akan meniru omongan dan perbuatan mereka yang jelek sehingga akan meruntuhkan apa yang sudah diajarkan.

Seorang penyair mengatakan:

Seorang anak tentu akan menghafal apa yang diberikan kepadanya

_____ Dan tidak akan lupa

Karena Hatinya seperti permata yang bening

_____ Maka ukirlah di atas hatinya berita yang engkau kehendaki

Maka kelak ia akan mengungkapkan

_____ Dari hafalannya yang sempurna

Seorang anak pikirannya kosong dan siap menerima segala sesuatu, sebagaimana dikatakan (dalam peribahasa):

“Mengukir (belajar) di masa kecil seperti mengukir di atas batu.”

19. Jangan biarkan anakmu keluar rumah ketika sore hari (maghrib), karena sesungguhnya para setan berkeliaran pada saat itu, dan mungkin bisa membahayakan anakmu.

Imam Bukhari rohimahulloh berkata: “Telah bercerita kepada kami Ishaq, ia berkata: “telah mengabarkan kepada kami Rauh bin Ubadah, ia berkata: “Telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij, ia berkata: “Telah mengabarkan kepadaku Atha’ ia berkata bahwa ia mendengar Jabir bin Abdullah rodhiyallohu anhuma berkata: “Rasulullah shollallohu alaihi wa sallam bersabda:

“Jika hari mulai malam atau kalian masuk pada waktu sore maka tahanlah anak-anak kecil kalian karena para setan sedang berkeliaran saat itu. Lalu jika telah lewat satu saat dari malam, bebaskan mereka dan kuncilah pintu-pintu serta sebutlah nama Allah karena sesungguhnya setan tidak akan membuka pintu yang terkunci.”

Dan dikeluarkan juga oleh Muslim.

20. Biarkan si anak sekali waktu untuk menyenangkan dirinya. Karena jika anak itu selalu dilarang bermain, dikhawatirkan akan membuat kepintarannya hilang dan membuatnya jemu atau bosan (karena selalu dilarang).

Maka jika kedua orang tua menginginkan kemuliaan anaknya, hendaknya keduanya bersungguh-sungguh dalam mendidik anak-anaknya dengan tarbiyah Islamiyah dengan mengajarkan Al-Kitab dan As-Sunnah.

Termasuk sebab tingginya derajat kedua orang tua di akhirat jika keduanya muslim, adalah do’a anaknya yang sholeh untuk mereka. Sebagaimana riwayat yang shahih dalam Shahih Muslim dari hadits Abu Hurairah bahwa Nabi shollallohu alaihi wa sallam bersabda:

“Jika seorang manusia lelah mati maka terputuslah amalannya kecuali dari tiga hal: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak sholeh yang mendo’akannya.”

Dan hadits dari Abu Hurairah bahwa Nabi shollallohu alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat seorang hamba yang sholeh di surga, kemudian ia berkata: “Wahai Rabbku dari mana ini?” Maka Allah berfirman: “Dengan sebab istighfar dari anakmu.” Dan hadits ini terdapat dalam Ash-Shahihul Musnad.

Dan jika kedua orang tua itu adalah orang yang sholeh dan anak-anaknya sholeh, tapi si anak belum mencapai derajat seperti derajat kedua orang tuanya, maka Allah akan mengangkat derajat anak menyamai kedudukan ayah mereka. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.” (Ath-Thuur: 21)

Dan seorang anak kadang menjadi nikmat bagi kedua orang tuanya seperti mentaati keduanya dan berbuat baik kepada keduanya. Inilah yang diminta oleh orang-orang yang sholeh kepada Allah agar mengkaruniakan anak yang sholeh kepada mereka. Sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Dan orang-orang yang berkata: ” Ya Rahb kami. Anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al-Furqan: 74)

(Bersambung ke bagian 5…)

***

Disalin dari terjemahan kitab Nashihati lin Nisaa’, oleh Syaikhoh Ummu Abdillah al-Wadi’iyyah hafidzohalloh (putri Syaikh Muqbil al-Wadi’i rohimahulloh), Pustaka Sumayyah. Artikel ummushofi.wordpress.com.

_________________

Tulisan terkait:

Satu Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: