PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM [3/5]

PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM [3/5]

Oleh: Ummu Abdillah al-Wadi’iyyah hafidzohalloh

17. Utamakan hafalan AI-Qur’an, dan berilah anakmu hafalan yang ringan setiap harinya walaupun dengan satu ayat.

Karena orang-orang yang sibuk dengan Al-Qur’an adalah sebaik-baik manusia, sebagaimana terdapat dalam Shahih Al-Bukhari dari Utsman bin Affan, ia berkata: “Rasulullah shollallohu alaihi wa sallam bersabda:

“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an kemudian mengajarkannya.”

Dan dalam sebuah riwayat (yang lain dari) Al-Bukhari (dengan lafadz): “Seutama-utama kalian” sebagai ganti dari “Sebaik-baik kalian.”

Dan Nabi telah mewasiatkan kepada umatnya untuk memperhatikan dan mementingkan Al-Qur’an.

Berkata Al-Imam Al-Bukhari (9/5022): “Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Yusuf, ia berkata: “Telah bercerita kepada kami Malik bin Mighwal, ia berkata: “Telah bercerita kepada kami Thalhah, ia berkata: “Aku bertanya kepada Abdullah bin Abu Aufa: “Apakah Nabi shollallohu alaihi wa sallam memberi wasiat?” Lalu ia menjawab: “Tidak”. Aku berkata: “Bagaimana mungkin Nabi tidak memberi wasiat, sedangkan beliau memerintahkan manusia untuk berwasiat.” Dia menjawab: “Beliau berwasiat dengan Kitabullah.”

Al-Hafidz berkata: “Yang dimaksud berwasiat dengan kitabullah adalah untuk menjaganya/ menghafalnya, mengikutinya melaksanakan perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya serta terus-menerus membaca dan mempelajarinya dan sebagainya.”

Dan Al-Qur’an itu akan memberi syafa’at bagi pembacanya. Al-Imam Muslim berkata (1/553): “Telah bercerita kepada kami Al-Hasan bin Ali Al-Hulwani. ia berkata: “Telah bercerita kepada kami Abu Taubah yaitu Ar-Rabi bin Nafi’, ia berkata: “Mu’awwiyah yakni Ibnu Sallam ia berkata dari Zaid bahwa ia mendengar Abu Salam berkata: “Telah bercerita kepada kami Abu Umamah ia berkata: “Rasulullah shollallohu alaihi wa sallam bersabda:

“Bacalah Al-Qur an karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at bagi pembacanya.”

Dan telah berkata Imam Muslim rohimahulloh (1/554): “Telah bercerita kepada kami Ishaq bin Mansur, ia berkata: “Telah bercerita kepada kami Yazid bin Abdur Rabbih, ia berkata: “Telah bercerita kepada kami Al-Walid bin Muslim, ia berkata: “Dari Muhammad bin Al-Muhajir dari Al-Walid bin Abdurrahman Al-Jurasyi dari Jubair bin Nufair, ia berkata: “Aku mendengar An-Nawwas bin Sam’an Al-Kilabi mengatakan: “Aku mendengar Nabi shollallohu alaihi wa sallam bersabda:

“Didatangkan Al-Qur’an itu dan ahlinya yang mereka dulu mengamalkannya Akan datang padanya surat Al-Baqarah dan Ali Imran membela pembaca kedua surat tersebut.”

Hadits-hadits tentang keutamaan Al-Qur’an dan ahlinya:

Dari Aisyah rodhiyallohu anha, ia berkata: “Rasulullah shollallohu alaihi wa sallam bersabda:

“Orang yang membaca Al-Qur an dengan mahir maka ia bersama kumpulan malaikat yang mulia dan suci, dan orang yang membacanya terbata-bata dan dia kesulitan maka baginya dua pahala.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan dari Abu Musa Al-Asy’ari rodhiyallohu anhu ia berkata: Rasulullah shollallohu alaihi wa sallam bersabda:

“Permisalan seorang mukmin yang membaca Al-Qur’an seperti buah al-utrujah, baunya enak dan rasanya enak, dan permisalan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur an seperti buah kurma tidak berbau tapi rasanya manis, dan permisalan seorang munafik yang membaca Al-Qur an seperti ar-raihanah, baunya enak tapi rasanya pahit, dan permisalan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an seperti al-handzalah, tidak berbau dan rasanya pahit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abdullah bin Umar[*] bahwa Nabi shollallohu alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat dengan kitab ini beberapa kaum dan merendahkan yang lain.” (HR. Muslim)

Dan dari Abdullah bin Amr bin Ash rodhiyallohu anhuma bahwa Nabi shollallohu alaihi wa sallam bersabda:

“Dikatakan kepada pembaca Al-Qur’an: “Bacalah dan naiklah serta tartillah sebagaimana dulu engkau membacanya dengan tartil selama di dunia karena sesungguhnya kedudukanmu pada ayat terakhir yang engkau baca.” [HR. Ahmad (2/192), Abu Dawud dan At-Tirmidzi. Dan At-Timiidzi berkata: “Ini adalah hadits hasan.”]

Dan hadits dari Abdullah bin Umar rodhiyallohu anhuma, ia berkata: Rasulullah shollallohu alaihi wa sallam bersabda:

“Tidak boleh ada hasad kecuali dalam dua perkara: seorang lelaki yang dianugerahi Al-Qur ‘an oleh Allah, kemudian ia membacanya siang dan malam, dan seorang lelaki yang dianugerahi harta kemudian dia menginfakkannya siang dan malam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan yang sudah dihafal hendaknya selalu dijaga, kalau tidak ia akan hilang dengan cepat. Imam Bukhari mengatakan: “Telah bercerita kepada kami Muhammad: bin Al-‘Ala, ia berkata: “Telah bercerita kepada kami Abu Usamah, ia berkata: “Dari Buraid dan Abu Burdah dari Abu Musa rodhiyallohu anhu dari Nabi beliau bersabda:

“Jagalah Al-Qur an ini karena demi yang jiwaku di tangan-Nya, Al-Qur an itu lebih cepat hilang daripada seekor onta dalam ikatannya.”

________

[*] Yang benar dalam Shahih Muslim adalah dari Umar bin Khaththab rodhiyallohu anhu.

(Bersambung ke bagian 4…)

***

Disalin dari terjemahan kitab Nashihati lin Nisaa’, oleh Syaikhoh Ummu Abdillah al-Wadi’iyyah hafidzohalloh (putri Syaikh Muqbil al-Wadi’i rohimahulloh), Pustaka Sumayyah. Artikel ummushofi.wordpress.com.

_________________

Tulisan terkait:

2 Tanggapan

  1. Saya berminat unutk mengikut kursus PGTK (di ruman saya sudh punya Tk) tapi saya berminat PGTK yang sesuai sunah , apakah ada saran. saya tinggal di Jakarta TImur.

    wassalaam

    wallohu a’lam, ana ga tau ukh..coba tanya ke tk-tk salafy..mungkin mereka punya info..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: