Fatwa 3 Imam Tentang Puasa Syawal Sebelum Menyelesaikan Qodho’ Romadhon

Bolehkah mengerjakan puasa 6 hari di bulan Syawal sebelum mengqodho’ puasa romadhon?

SyawwalFatwa Syaikh Albani rohimahulloh:

Pertanyaan : Apakah bagi orang yang ingin berpuasa 6 hari di bulan Syawal disyaratkan untuk mengqodho’ puasa yang ditinggalkan pada bulan romadhon terlebih dulu?

Jawaban : Ya, karena sesuatu yang wajib itu harus didahulukan daripada sesuatu yang sunnah. Dan karena manusia itu tidak memiliki dirinya dan tidak mengetahui sampai kapan umurnya. Terkadang ajal itu datang kepadanya dalam bentuk yang terbaik, akan tetapi ia sedang dalam kondisi yang buruk, yaitu ajal mendatanginya ketika ia sedang berpuasa hari di bulan Syawal tetapi ia mati dalam keadaan berbuat maksiat karena ia  belum 6 mengqodho’ puasanya yang wajib, padahal puasa Syawal itu hanyalah puasa tathowwu’ (sunnah).

Mungkin engkau ingat perkataan yang ada di sebagian kitab Atsar, kemungkinan di Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah, akan tetapi yang aku ingat secara yakin perkataan tersebut ada di kitab Fatawa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, yaitu perkataan Abu Bakar ash-Shiddiq rodhiayllohu anhu, beliau berkata –yang maknanya- :

“Sesungguhnya Alloh azza wa jalla tidaklah menerima ibadah nafilah (sunnah) sebelum ditunaikannya ibadah yang fardhu.” *

Syaikh bertanya : Engkau ingat atsar ini?

Penanya menjawab : Atsar yang anda sebutkan itu terkenal, akan tetapi aku tidak tahu keshohihannya, apakah atsar tersebut shohih?

Syaikh menjawab : Saya yakin atsar tersebut shohih.

Kemudian atsar ini hanya sebagai penguat, karena seandainyapun kita belum tahu tentang atsar ini secara mutlak atau kita telah mengetahui bahwa sanadnya dho’if, maka tidak mengurangi apapun karena perkataan (tentang puasa Syawwal) yang saya sebutkan tadi telah mencukupi.

[Sumber : Silsilatul Huda wan Nur, kaset no. 753]

* Lihat : Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah 8/145 – al-Maktabah asy-Syamilah, -pent.

Syawwal2

Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baz rohimahulloh:

Pertanyaan : Apakah boleh puasa 6 hari di bulan Syawwal sedangkan saya masih punya hutang puasa Romadhon? Karena saya memiliki keinginan yang kuat untuk mengerjakannya, akan tetapi dengan begitu saya tidak bisa meng-qodho’ dikarenakan sebab tertentu seperti belajar dan yang semisal itu dan juga urusan rumah tangga. Mohon beri kami petunjuk, jazakumulloh khoiron.

Jawaban : Yang wajib adalah meng-qodho’ dulu sebelum mengerjakan puasa 6 hari Syawwal. Janganlah engkau puasa 6 hari Syawwal melainkan sesudah menyelesaikan qodho’, berdasarkan sabda Nabi shollallohu alaihi wa sallam :

من صام رمضان ثم أتبعه بست من شوال

“Barangsiapa puasa Romadhon kemudian mengikutinya dengan mengerjakan puasa 6 hari di bulan Syawwal…”

Jadi barangsiapa yang punya hutang qodho’ berarti puasa Romadhonnya belum lengkap, maka ia wajib mengerjakan sisanya dan puasa syawwal 6 hari adalah setelah puasa Romadhon tersebut. Maka yang wajib adalah meng-qodho’ dulu baru kemudian puasa 6 hari Syawwal.

[Sumber : Fatawa Nur ‘ala Darb, kaset no. 918]

moonpink

Fatwa Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin rohimahulloh:

Pertanyaan : Jika seseorang puasa 6 hari Syawwal sebelum menyelesaikan qodho’, apakah puasa 6 hari Syawwal tersebut bermanfaat dan diganjar?

Jawaban : Tidak, tidak bermanfaat. Karena Nabi shollallohu alaihi wa sallam bersabda :

من صام رمضان ثم أتبعه بست من شوال

“Barangsiapa puasa Romadhon kemudian mengikutinya dengan mengerjakan puasa 6 hari di bulan Syawwal…”

Dab telah maklum bahwa orang yang masih memiliki hutang puasa Romadhon tidaklah dikatakan bahwa dia telah selesai mengerjakan puasa Romadhon. Misalnya jika ia punya hutang 10 hari, apakah bisa dikatakan bahwa ia sudah selesai mengerjakan puasa Romadhon? Tidak, tapi dikatakan bahwa ia sudah mengerjakan sebagian puasa Romadhon, yaitu 20 hari. Oleh karena itu hendaknya ia memulai dengan meng-qodho’ dulu baru setelah itu mengerjakan puasa 6 hari Syawwal. Seandainya ia memulai puasa 6 hari dulu sebelum meng-qodho’, maka tidak akan diganjar dengan ganjaran yang dijelaskan oleh Nabi shollallohu alaihi wa sallam, yaitu bahwa :

من صام رمضان ثم أتبعه بست من شوال فكأنما صام الدهر

“Barangsiapa puasa Romadhon kemudian mengikutinya dengan mengerjakan puasa 6 hari di bulan Syawwal, maka seolah-olah ia puasa selama setahun” diriwayatkan oleh Muslim.

[Sumber : Fatawa al-Harom al-Makki 1410, kaset no. 7]

Diterjemahkan dari : http://www.baiyt-essalafyat.com/vb/showthread.php?t=10855


* سئل الإمام الألباني/سلسلة الهدى والنور/ شريط رقم: (753)
السائل : هل يشترط لمن أراد أن يصوم الست من شوال أن يقضي ما عليه من رمضان ؟
فأجاب: نعم؛ لأن الفرض مقدم على النفل، ولأن الإنسان لا يملك نفسه وعمره؛ فقد يأتيه الأجل وفي أحسن صورة، ولكنه في أقبح صورة؛ يأتيه الأجل وهو يصوم الأيام الست فيموت عاصياً؛ لأنه لم يقضي ما عليه من فرض، وهو صائم التطوع.
ولعلك تذكر معي عبارة تروى في بعض كتب الآثار لعله في مصنف ابن أبي شيبة، لكني أذكر يقيناً أنها في فتاوى شيخ الإسلام ابن تيمية عن أبي بكر الصديق -رضي الله عنه- قال ما معناه: “إن الله -عز وجل- لا يقبل النافلة قبل أداء الفريضة”.
– الشيخ سائلاً: تذكر شيئاً من هذا ؟
– السائل مجيباً: الأثر كما تفضلت مشهور، لكن لا أدري عن صحته، هل هو صحيح؟
– الشيخ مجيباً: لا؛ هو صحيح يقيناً.
ثم هذا الأثر هو يُستشهد به ويُستأنس به؛ لأننا لو لم نعلمه مطلقاً أو علمناه بسند ضعيف ما نخسر شيئاً؛ لأن الكلام الذي ذكرته آنفاً يكفينا

* سئل الإمام ابن باز/ فتاوى نور على الدرب/ شريط رقم: (918)

السائل: هل يجوز صيام الست من شوال وأنا عليَّ صيام من شهر رمضان؟ لأن لدي رغبة شديدة في ذلك، ولكن لا أستطيع القضاء نظراً لظروف معينة، منها الدراسة وما أشبه ذلك، ومنها الحياة الزوجية. وجهونا جزاكم الله خيراً. فأجاب: الواجب القضاء قبل الست، لا تصوم الست إلا بعد القضاء لقول النبي صلى الله عليه وسلم:{من صام رمضان ثم أتبعه بست من شوال} فمن عليه قضاء ما صام رمضان؛ عليه بقية، فالست تكون تابعة لرمضان، فالواجب القضاء ثم الست.


* وقال الإمام العثيمين/فتاوى الحرم المكي/1410/شريط7)

لو صام ستة أيام من شوال قبل القضاء فهل ينفعه ذلك وتجزئه هذه الستة من شوال؟
والجواب: لا، لا تنفعه؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلم يقول:{من صام رمضان ثم أتبعه بست من شوال}.
{مَن صام رمضان} ومعلوم أن من بقي عليه أيام من رمضان لا يقال إنه صام رمضان؛ فإذا كان عليه عشرة أيام مثلاً فهل يقال إنه صام رمضان؟

لا؛ يقال صام بعض رمضان، عشرين يوماً منه، وعلى هذا فيبدأ بالقضاء ثم يصوم ستة أيام من شوال.
فلو بدأ بالستة قبل القضاء لم يحصل على الأجر الذي بينه الرسول عليه الصلاة والسلام، وهو أن {من صام رمضان ثم أتبعه بست من شوال فكأنما صام الدهر} رواه مسلم.

Satu Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: