Berlebihan Dalam Menghidangkan Buka Puasa, Mengurangi Pahala Puasa?

Oleh: Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin rohimahulloh

Pertanyaan:

Bagaimana hukum berlebihan dalam menghidangkan makanan untuk buka puasa? Apakah hal ini mengurangi pahala puasa?

Jawaban:

Hal tersebut tidak mengurangi pahala puasanya. Dan perbuatan haram yang dilakukan setelah selesainya puasa tidak mengurangi pahala puasanya, akan tetapi yang demikian masuk ke dalam firman Alloh ta’ala:

وكلوا واشربوا ولا تسرفوا إنه لا يحب المسرفين

“Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” [QS al-A’raaf: 31]

Sikap berlebih-lebihan itu sendiri adalah terlarang, dan sikap sederhana merupakan setengah penghidupan. Jika mereka memiliki kelebihan maka bershodaqohlah, karena yang demikian lebih afdhol.

***

Sumber: Fatawa Shiyam Ibnu Utsaimin hal. 25, diterjemahkan dari salafyate.com.

***

سئل الشيخ ابن عثيمين رحمه الله.
السؤال:ماحكم الإفراط في إعداد الأطعمة للإفطار هل يقلل من ثواب الصوم ؟
:لايقلل من ثواب الصيام، والفعل المحرم بعد انتهاء الصوم لايقلل من ثوابه، ولكن ذلك يدخل في قوله تعالى:{وكلوا واشربوا ولا تسرفوا إنه لا يحب المسرفين}[سورة الأعـــراف، الاية: 31] فالإسراف نفسه محظور، والاقتصاد نصف المعيشة، وإذا كان لديهم فضل فليتصدقوا به فإنه أفضل.
فتاوى الصــيام، ابن عثيمين، ص25

Satu Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: