Saat Rambut Mulai Beruban, Bolehkah Menyemirnya dengan Warna Hitam?

Oleh : Ustadzah Ummu Abdirrohman Anisah Bintu Imron hafidzohalloh

Wanita diciptakan oleh Alloh subhanahu wa ta’ala dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Alloh jadikan bagi wanita berbagai perhiasan yang dhohir maupun yang batin yang makin menyempurnakan kecantikan dan kemolekannya. Di antara perhiasan yang ada pada diri wanita adalah rambutnya yang merupakan mahkota baginya.

Namun Alloh juga tetapkan bersamaan dengan berjalannya waktu dan bertambahnya usia, rambut hitam dan indah itu berubah memutih. Sebagian wanita tidak ingin kehilangan keindahan yang dimilikinya hingga berusaha mengembalikan putih ubannya dengan menyemir rambutnya dengan warna hitam. Hal ini banyak dilakukan oleh orang-orang pada zaman kita sekarang ini, baik di kalangan laki-laki maupun wanita.

Sesungguhnya mengubah warna rambut yang telah memutih dengan cara mencelup/ menyemirnya dengan warna lain adalah perkara yang diperbolehkan, bahkan hal ini merupakan sunnah Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam. Beliau mengatakan :

إِنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى لَا يَصْبُغُونَ فَخَالِفُوهُم

“Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nashoro tidak mencelup (menyemir rambutnya), maka selisihilah mereka” (HR Imam Bukhori dalam Kitabul Anbiyaa bab “Maa Dzukiro an Bani Isroil”, dan Imam Muslim dalam Kitabul Libaas bab “Mukhaalafatul Yahudi fish-Shabghi”).

Akan tetapi, diharamkan seorang muslimah mengubah warna rambutnya dengan warna hitam atau mencabut ubannya karena perbuatan semacam itu mengandung kedustaan dan penipuan. Seseorang yang melakukannya berarti menyembunyikan ciptaan Alloh dan berbangga dengan keadaan yang tidak sebenarnya.

Yang disunnahkan baginya adalah mewarnai rambutnya dengan selain warna hitam, sebagaimana Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam pada Fathu Makkah ketika melihat Abu Quhafah, ayah Abu Bakr ash-Shiddiq rodhiyallohu anhu, telah memutih seluruh rambutnya dan janggutnya, bersabda :

غَيِّرُوا هَذَا بِشَيْءٍ وَاجْتَنِبُوا السَّوَادَ

“Ubahlah warna rambut ini dan jauhilah warna hitam.” (HR. Imam Muslim dalam Kitabul Libaas bab “Istihbab Khidlabisy Syaib”).

Asy-Syaikh Shalih Fauzan al-Fauzan hafidhahullah di dalam kitab beliau al-Mu’minat (hal 30-31) menukilkan ucapan Imam Nawawi rahimahullahu ta’ala yang ada dalam al-Majmu’ (I/324) bahwa tidak ada perbedaan antara laki-laki dan wanita dalam hal larangan menyemir rambut dengan warna hitam. Al-Imam rohimahullohu ta’ala juga membawakan hadits di atas dalam kitab beliau “Riyadhush sholihin” pada bab “Larangan bagi Laki-Laki dan Wanita dari Menyemir Rambutnya dengan Warna Hitam”. Oleh karena itu jelaslah bahwa di dalam sabda Rosululloh ‘alaihish sholatu wa salam di atas terkandung larangan bagi wanita untuk mewarnai rambutnya dengan warna hitam karena keumuman larangan tersebut.

Nabi shollallohu alaihi wa sallam juga bersabda :

يَكُونُ قَوْمٌ يَخْضِبُونَ فِي آخِرِ الزَّمَانِ بِالسَّوَادِ كَحَوَاصِلِ الْحَمَامِ لَا يَرِيحُونَ رَائِحَةَ الْجَنَّة

“Akan ada suatu kaum pada akhir zaman yang menyemir rambutnya dengan warna hitam seperti dada-dada burung merpati. Mereka tidak akan mendapati bau surga.” (Disahihkan Syaikh al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 3548)

Larangan mencabut uban dari rambut kepala, janggut dan selainnya datang dalam riwayat dari ‘Amr ibn Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya dari Nabi shollallohu alaihi wa sallam :

لا تنتفوا الشيب فانه نور يوم القيامة

“Janganlah kalian mencabut uban, karena uban adalah cahaya seorang muslim pada hari kiamat.”

(Riwayat Abu Daud, Tirmidzi dan Nasa’i, berkata Tirmidzi : hadits ini hasan. Isnadnya hasan sebagaimana dalam Bahjatun Nadhirin 3/158)

Adapun seorang wanita yang menyemir warna rambutnya yang hitam menjadi warna yang lain, maka hal ini termasuk perkara yang sia-sia karena sesungguhnya tidak ada sebab yang mendorong untuk mengubah warna rambut tersebut. Rambut yang hitam itu indah dan bukan merupakan sesuatu yang buruk yang harus diubah. Selain itu juga dikhawatirkan perbuatan tersebut menyerupai wanita-wanita kafir.

Asy-Syaikh ‘Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rohimahulloh ketika ditanya tentang seorang wanita yang diperintahkan oleh suaminya untuk mengubah warna rambutnya dengan warna pirang (blonde) atau hitam, beliau memberi jawaban bahwa mengubah warna rambut dengan warna hitam tidak diperbolehkan. Adapun mengubahnya dengan warna lain, maka hal ini boleh dan tidak mengapa.

Oleh karena itu, hendaklah seorang wanita yang beriman kepada Alloh dan hari akhir bertaqwa kepada Robbnya dengan menjauhi perbuatan yang telah diancam oleh Rosullulloh ‘alaihish sholatu wa sallam dengan ancaman yang keras ini dan segera kembali menita ajaran Alloh dan Rosul-Nya shollallohu alaihi wa sallam. Wallohu Ta’ala A’lamu bish-Showab.

_

(Kupersembahkan tulisan kecil ini untuk kedua orang tuaku yang mulia dengan mengharap ridla Robb-ku ‘Azza wa Jalla)

_

DAFTAR PUSTAKA

1) al-Mu’minat, asy-Syaikh Sholih Fauzan al-Fauzan

2) Asrarul Jamaal waz Ziinah lil Mar’atil Muslimah, Ummu Nuuran

3) Majmuu’atul Fataawaa ar-Rasaa’ilil Nisaa’iyyah Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baaz

4) Riyadlush Sholihin, Al-Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf an-Nawawi

***

Disalin dari Majalah Salafy – Muslimah edisi 41/1423/ 2002

***


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: