Ucapan Ketika Melihat Sesuatu yang Menakjubkan

Oleh : Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin rohimahulloh

Pertanyaan :

Jika seseorang melihat sesuatu yang membuatnya takjub, apakah ia harus mengatakan “MasyaAlloh Tabarokalloh”, atau “MasyaAlloh Tabarokalloh laa quwwata illa billah” atau “MasyaAlloh Tabarokalloh” ? Apakah semua itu shohih?

Jawaban :

Segala puji bagi Alloh Robb seluruh alam, sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya, sahabat-sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya dengan kebaikan sampai hari kiamat.

Jika seseorang melihat sesuatu yang menakjubkan dari hartanya, maka hendaklah ia mengatakan :

ما شاء الله لا قوة إلا بالله

“Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah” [1]

Sebagaimana kisah dua pemilik kebun ketika salah seorang diantara mereka berkata kepada yang lainnya:

وَلَوْلا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لا قُوَّةَ إِلا بِاللَّهِ

“Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu “maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).” [QS. Al-Kahfi : 39]

Ini adalah yang diucapkan ketika melihat sesuatu yang menakjubkan dari hartanya.

Jika ia melihat sesuatu yang menakjubkan pada orang lain, maka hendaklah ia mengucapkan :

بارك الله عليه

“Semoga Alloh memberkahinya”

Atau kata-kata yang sejenisnya.[2]

Jika ia melihat sesuatu yang menakjubkannya dari perkara dunia, maka hendaklah ia mengatakan :

لبيك إن العيش عيش الآخرة

“Labbaika, innal ‘aisy ‘aisyul Aakhiroh”

“Kupenuhi panggilan-Mu (yaa Alloh), Sesungguhnya kehidupan yang hakiki adalah kehidupan akhirat”[3]

Sebagaimana Nabi shollallohu alaihi wa sallam mengucapkannya. Beliau berkata : “labbaika” maknanya “Kupenuhi panggilan-Mu (yaa Alloh)”.

Kemudian berkata :

إن العيش عيش الآخرة

“Sesungguhnya kehidupan yang hakiki adalah kehidupan akhirat”

Untuk mengingatkan dirinya bahwasanya kehidupan dunia bagaimanapun juga akan hilang dan tidak ada kehidupan yang hakiki di sana, dan kehidupan yang hakiki adalah di akhirat nanti.

Na’am.

***

Sumber : Fatawa Nur ‘ala ad-Darb, bagian awal kaset no : 321a di [link]

File rekaman : http://www.youtube.com/watch?v=XQRVRHey7qU

***

____________________

Catatan kaki Ummu Shofiyyah:

[1] Namun dzikir ini diucapkan bukanlah dalam rangka untuk mencegah ‘ain, dzikir ini adalah ungkapan rasa syukur dan pengakuan bahwa nikmat tersebut datangnya dari Alloh. Adapun doa yang diucapkan untuk mencegah ‘ain ketika seseorang melihat sesuatu yang menakjubkan dari hartanya adalah dengan mendoakan keberkahan, sebagaimana dalam hadits dibawah ini:

[2] Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda:

إذا رأى أحدكم من أخيه و من نفسه و من ماله ما يعجبه فليبركه ، فإن العين حق

“Jika salah seorang dari kalian melihat sesuatu yang menakjubkan pada saudaranya atau pada dirinya atau pada hartanya, hendaknya ia mendoakan keberkahan, karena sesungguhnya pengaruh ‘ain itu benar-benar ada.” [HR. Ahmad 3/447, al-Hakim 4/215 dan dishohihkan al-Albani dalam ash-Shohihah no. 2572]

[3] Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah 4/107, al-Baihaqi 7/48 dan al-Hakim 1/465, dishohihkan al-Hakim dan disepakati adz-Dzahabi.

Lafadz dalam riwayat al-Hakim :

إنما الخير خير الآخرة

“Sesungguhnya kebaikan yang hakiki adalah kebaikan di akhirat”

Wallohu a’lam.

***

س :إذا رأى الإنسان ما يعجبه فهل يقول ما شاء الله تبارك الله، أو ما شاء الله تبارك الله لا قوة إلا بالله، أو ما شاء الله تبارك الله، وهل كلها صحيحة؟
ج: الحمد لله رب العالمين، وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين،

إذا رأى الإنسان ما يعجبه في ماله فليقل “ما شاء الله لا قوة إلا بالله”كما في قصة صاحبي

الجنتين حين قال له صاحبه (وَلَوْلا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لا قُوَّةَ إِلا بِاللَّهِ)

كما في قصة صاحب الجنتين حين قال له صاحبه (وَلَوْلا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لا قُوَّةَ إِلا بِاللَّهِ) هذا إذا رأى الشيء في ماله،

إن رآه في غيره فليقل “بارك الله عليه” أو كلمة نحوها

وإذا رأى ما يعجبه من أمور الدنيا فليقل “لبيك إن العيش عيش الآخرة” كما كان النبي صلى الله عليه وسلم يقوله فيقول “لبيك”أي إجابة لك

ثم يقول “إن العيش عيش الآخرة”

من أجل أن يوطن نفسه على أن الدنيا مهما كانت فهي زائلة ولا عيش فيها وإنما العيش حقيقة في الآخرة.نعم

الفتوي في أول الشريط رقم 321 أ من فتاوي نور على الدرب

2 Tanggapan

  1. izin share artikel ya ukhti…
    barakallah… =)

    Silahkan ukhti, semoga bermanfaat…
    wa fiiki barokalloh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: