Hukum Memotong / Memendekkan Rambut Bagi Wanita

Oleh : Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin rohimahulloh

pink_guntingPertanyaan :

Apakah hukum memotong rambut bagi wanita karena ingin berhias dihadapan suaminya? Dan apa batasan yang dibolehkan dalam mencukur rambut wanita?

Jawaban :

Memotong rambut wanita – yaitu rambut kepalanya- dimakruhkan oleh sebagian ulama, dan diharamkan oleh sebagian ulama yang lain, dan dibolehkan oleh sebagian yang lain. Dan selama perkara tersebut terdapat perbedaan di dalamnya, maka dikembalikan pada al-Qur’an dan as-Sunnah. Dan aku tidak mengetahui –sampai saat ini- dalil yang menunjukkan haromnya wanita memotong rambut kepalanya.

Oleh karena itu, maka hukum asalnya memotong rambut adalah mubah, dan boleh mengikuti adat kebiasaan dalam masalah ini. Dan dahulu wanita menyukai rambut panjang dan bangga dengan rambut panjang, serta tidak memotongnya kecuali ada kepentingan syar’i atau Hissiyah[1]. Dan keadaannya telah berubah saat ini, sehingga perkataan haramnya memotong rambut adalah lemah, dan tidak ada sisi pendalilannya, sedangkan pendapat yang me-makruh-kan perlu untuk diperhatikan dan dicek lagi. Dan pendapat yang me-mubah-kan adalah yang mendekati kaidah dan ushul.

Muslim meriwayatkan dalam Kitab Shohihnya :

أن نساء النبي صلى الله عليه وسلم بعد موته كنّ يقصصن رؤوسهن حتى تكون كالوفرة

“Para istri Nabi shollallohu alaihi wa sallam setelah wafatnya beliau, mereka memotong rambut kepala mereka sehingga seperti al-wafroh (sampai/melebihi kuping, pent)”

Akan tetapi jika seorang wanita memotongnya dengan berlebih-lebihan sampai menyerupai rambut laki-laki maka tidak diragukan lagi ini adalah haram, karena nabi shollallohu alaihi wa sallam melaknat wanita yang menyerupai laki-laki[2], demikian pula jika wanita mencukur rambutnya dengan potongan yang menyerupai wanita-wanita kafir dan wanita pezina karena sesungguhnya barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia temasuk kaum tersebut[3].

Adapun jika seorang wanita memotong rambutnya sedikit, tidak sampai pada batas menyerupai rambut laki-laki dan tidak menyerupai rambut wanita pezina serta wanita kafir maka tidak apa-apa.

***

Sumber Fatwa : Nur ‘ala Darb Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin, kaset no. 336

Diterjemahkan dari : http://www.ibnothaimeen.com/all/noor/article_5150.shtml

___________________________________

Catatan kaki Ummu Shofiyyah :

[1] yakni sesuatu yang bisa dirasakan indera, seperti panas, gatal, dll. –pent.

[2] Dari Ibnu Abbas rodhiyallohu anhu berkata :

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لِبْسَةَ الْمَرْأَةِ وَالْمَرْأَةَ تَلْبَسُ لِبْسَةَ الرَّجُلِ

“Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam melaknat pria yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian pria” [HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Hakim dan Ahmad dengan sanad shohih] –pent.

[3] Dari Abdulloh bin Umar rodhiyallohu anhuma, ia berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda :

من تشبه بقوم فهو منهم

“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka.” [HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Abi Syaibah, Abdurrozzaq, dll. Shohih] –pent.

***

السؤال الثالث من نور على الدرب {الإمام العثيمين شريط رقم: (336)}

السائل: ما حكم قص الشعر بالنسبة للمرأة رغبةً في التجمل لزوجها؟ وما هو المقدار المسموح به في قص شعر المرأة؟

الشيخ: قص شعر المرأة-أعني قص شعر رأسها- كرهه بعض العلمـاء، وحرمه بعض العلمـاء، وأباحه بعض العلمـاء، ومادام الأمر مختلفاً فيه: فا لرجوع إلى الكتاب والسنة، ولا أعلم – إلى ساعتي هذه- ما يدل على تحريم قص المرة شعر رأسها.

وعلى هذا: فيكون الأصل فيه الإباحة، وأن يتبع فيه العادة، ففيما سبق كانت النساء ترغب طول الرأس وتفتخر بطول الرأس، ولا تقصه إلا عند الحاجة الشرعية أو الحسية، وتغيرت الأحوال الآن، فالقول بالتحريم ضعيف، ولا وجه له، والقول بالكراهة يحتاج إلى تأمل ونظر، والقول بالإباحة أقرب إلى القواعد والأصول.

وقد روى مسلم في صحيحه: “أن نساء النبي صلى الله عليه وسلم بعد موته كنّ يقصصن رؤوسهن حتى تكون كالوفرة ” .

لكن إذا قصته المرأة قصاً بالغاً حتى يكون كرأس الرجل فهذا حرام لا إشكال فيه؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلم لعن المتشبهات من النساء بالرجال وكذلك لو قصته قصاً يماثل رؤوس الكافرات والعاهرات فإن من تشبه بقوم فهو منهم.

أما إذا قصته قصاً خفيفاً لا يصل إلى حد التشبه برؤوس الرجال ولا يكون مشابهاً لرؤوس العاهرات والكافرات فلا بأس به.

6 Tanggapan

  1. Ada sedikit revisi di judul dan sebagian kata-kata yang berkaitan dengan kata “mencukur”, karena setelah ana lihat di kamus KBBI ternyata “mencukur” itu artinya memotong yang bermakna membersihkan. Jadi kata-kata “mencukur” ana ganti dengan memotong dalam arti memendekkan walaupun sebenarnya dalam sehari-sehari “mencukur” itu juga biasa diartikan sebagai memendekkan.Tapi lebih baik kita ikuti KBBI aja agar tidak rancu maknanya bagi yang tidak terbiasa menggunakan kata “mencukur” untuk arti “memendekkan”.
    Dan untuk pembahasan mengenai hukum memotong rambut ini akan ada kelanjutannya insyaAlloh.

  2. Assalamu’alaikum. .

    mau bertanya soal ciri2 potongan rambut yang menyerupai potongan rambut wanita kafir itu seperti apa y??

    terimakasih

    wa’alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh
    Dalam masalah ini yang dilarang adalah jika tujuan ia memotong rambutnya untuk meniru-niru potongan rambut wanita kafir semisal artis2 barat, dll.
    Sebagaimana dikatakan oleh syaikh al-Albani rohimahulloh dalam Silsilatul Huda wan Nur no. 160:
    أن لا تقصد المرأة التي تقص شعرها أن تتشبه بالكافرات، أو الفاسقات من المسلمات

    “Wanita yang memotong rambutnya tersebut tidak bermaksud untuk meniru para wanita kafir atau para wanita muslimah yang fasiq.”

    Wallohu a’lam.

    • oh begitu. .
      jadi kalau memotong rambut karena biar tidak “ribet” dan dgn model biasanya si saya terserah mbak2 yang motong, asalkan pantas dan tidak “ribet”, diperbolehkan ya.

      terimakasih penjelasannya.

      Ya sewajarnya aja, insyaAlloh ngga papa ukh.

  3. terimakasih pak ustadz atas artikelnya sangat bermanfaat buat saya jadi lebih tahu lagi,
    oia saya pernah dengar tidak bolehnya wanita memakai poni, apa itu benar pak ustadz? dan apa hukumnya wanita yang memakai poni?
    terimakasih ;)

  4. lalu miimal harusnya segimana ustadz?
    terimakasih ;)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: