Hukum Menggunakan Gambar Smiley / Emoticon / Ekspresi Wajah

Oleh : al-Ustadz Abdullah Roy hafidzohulloh

3d-sphere

Tanya: Assalamu’alaikum. Ustadz,bagaimanakah hukum smiley seperti yang ada di YM? Apakah smiley termasuk gambar yang menyerupai makhluk hidup? Jazakallahu khoiran. (Ikhsan Jaya)

Jawab:

Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu.

Menurut pendapat yang kuat bahwa menggambar mahluk bernyawa dengan menghilangkan sebagian anggota badan, yang orang tidak mungkin hidup tanpanya (seperti menghilangkan dada, perut), dengan tetap menyisakan kepalanya termasuk di dalam larangan menggambar mahluk bernyawa.

Ini adalah pendapat sebagian Syafi’iyyah (Lihat Nihayatul Muhtaj 6/375, Asna Al-mathalib wa Hasyiyatuhu 3/226), dan pendapat sebagian Hanabilah zaman sekarang (Lihat Fatawa wa Rasail Syeikh Muhammad bin Ibrahim 1/189-190)

Diantara dalil-dalilnya:

1. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

((أتاني جبريل عليه السلام فقال لي أتيتك البارحة فلم يمنعني أن أكون دخلت إلا أنه كان على الباب تماثيل وكان في البيت قرام ستر فيه تماثيل وكان في البيت كلب فمر برأس التمثال الذي في البيت يقطع فيصير كهيئة الشجرة ومر بالستر فليقطع فليجعل منه وسادتين منبوذتين توطآن ومر بالكلب فليخرج)) ففعل رسول الله صلى الله عليه و سلم

“Jibril ‘alaihissalam telah datang kepadaku seraya berkata: Aku telah datang kepadamu tadi malam, dan tidaklah menghalangiku untuk masuk (rumah) kecuali karena ada patung di depan pintu, ada tirai yang bergambar (mahluk hidup), dan ada anjing di rumah. Maka hendaklah dipotong kepala patung yang ada di rumah sehingga berbentuk pohon, dan hendaklah tirai tersebut dipotong kemudian dijadikan dua bantal yang dijadikan sandaran, dan hendaknya anjing tersebut dikeluarkan, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzy, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany)

Di dalam hadist ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya membolehkan keberadaan gambar mahluk bernyawa jika dilakukan salah satu dari 2 perkara:

Pertama: Dipotong kepalanya

Kedua: Dihinakan (digunakan untuk perkara-perkara yang tidak ada penghormatan di dalamnya)

Dan bukan dengan cara menghilangkan anggota badan lain (selain kepala) yang orang tidak mungkin hidup tanpanya, seperti menghilangkan dada atau perut

Berkata Syeikh Bin Baz:

(( ويستدل بالحديث المذكور أيضا على أن قطع غير الرأس من الصورة كقطع نصفها الأسفل ونحوه لا يكفي ولا يبيح استعمالها ، ولا يزول به المانع من دخول الملائكة ، لأن النبي صلى الله عليه وسلم أمر بهتك الصور ومحوها وأخبر أنها تمنع من دخول الملائكة إلا ما امتهن منها أو قطع رأسه ، فمن ادعى مسوغا لبقاء الصورة في البيت غير هذين الأمرين فعليه الدليل من كتاب الله أو سنة رسوله عليه الصلاة والسلام ))

“Hadist di atas dijadikan dalil bahwa memotong selain kepala seperti memotong separuh badan bagian bawah atau yang semisalnya adalah tidak cukup dan tidak boleh menggunakannya, dan ini tetap menjadi penghalang masuknya malaikat (ke dalam rumah), karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengoyak gambar dan menghapusnya, dan beliau mengabarkan bahwa hal ini menghalangi malaikat masuk rumah, kecuali gambar yang dihinakan atau dipotong kepalanya. Maka barangsiapa yang memiliki alasan tetap dipajangnya gambar di rumah selain kedua alasan ini maka wajib baginya mendatangkan dalil dari kitabullah dan sunnah RasulNya.” (Majmu’ Fatawa Syeikh Bin Baz 4/219)

2. Hadist Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma :

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الصورة الرأس فإذا قُطِع الرأس فلا صورة

“Gambar itu kepala, jika dipotong kepala maka tidak ada gambar” (HR. Al-Isma’ili di dalam Mu’jamnya, dari Ibnu ‘Abbas, Dishahihkan Syeikh Al-Albany di Ash-Shahihah 4/554)

Di dalam hadist ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan ada tidaknya kepala sebagai ukuran boleh tidaknya keberadaan gambar mahluk bernyawa. Jika kepalanya ada maka tidak boleh, dan jika kepalanya tidak ada maka boleh.

3. Jangan kita qiyaskan hal ini dengan masalah memotong kepala dan menyisakan badannya karena 2 hal:

Pertama: Kepala ini adalah anggota badan yang paling utama, yang membedakan antara mahluk bernyawa dengan pohon dan benda mati.

Kedua : Badan kalau dipotong kepalanya maka akan seperti bentuk pohon, sebagaimana dalam hadist , akan tetapi kalau kepala dipotong badannya saja maka tetap berbentuk mahluk yang bernyawa.

Berkata Syeikh Bin Baz:

ولأن النبي صلى الله عليه وسلم أخبر أن الصورة إذا قطع رأسها كان باقيها كهيئة الشجرة ، وذلك يدل على أن المسوغ لبقائها خروجها عن شكل ذوات الأرواح ومشابهتها للجمادات ، والصورة إذا قطع أسفلها وبقي رأسها لم تكن بهذه المثابة لبقاء الوجه ، ولأن في الوجه من بديع الخلقة والتصوير ما ليس في بقية البدن ، فلا يجوز قياس غيره عليه عند من عقل عن الله ورسوله مراده . وبذلك يتبين لطالب الحق أن تصوير الرأس وما يليه من الحيوان داخل في التحريم والمنع؛ لأن الأحاديث الصحيحة المتقدمة تعمه

“Dan juga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa gambar kalau dipotong kepalanya maka sisanya seperti bentuk pohon, ini menunjukkan bahwa alasan kenapa diperbolehkan adalah karena dia bukan lagi berbentuk mahluk yang bernyawa. Dan dia lebih serupa dengan mahluk mati. Dan gambar kalau dipotong bawahnya kemudian tersisa kepalanya maka jadinya bukan seperti itu (tidak berganti menjadi bentuk mahluk mati), dan juga wajah ini di dalamnya ada keindahan penciptaan dan gambar yang tidak ada di anggota badan yang lain. Maka tidak boleh anggota badan diqiyaskan kepada kepala bagi orang yang memahami maksud Allah dan rasulNya. Dengan demikian jelas bagi pencari kebenaran bahwa menggambar kepala mahluk hidup adalah terlarang karena keumuman hadits-hadits yang shahih” (Majmu’ Fatawa Syeikh Bin Baz 4/219).

Berkata Syeikh Al-Albany rahimahullah:

((أن قوله ” حتى تصير كهيئة الشجرة ” ، دليل على أن التغيير الذي يحل به استعمال الصورة ، إنما هو الذي يأتي على معالم الصورة ، فيغيرها حتى تصير على هيئة أخرى مباحة كالشجرة . و عليه فلا يجوز استعمال الصورة و لو كانت بحيث لا تعيش لو كانت حية كما يقول بعض الفقهاء ، لأنها في هذه الحالة لا تزال صورة اسما و حقيقة ، مثل الصور النصفية ، و أمثالها))

“ٍٍٍSesungguhnya ucapan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Sampai menjadi bentuk pohon” dalil bahwasanya perubahan yang membolehkan penggunaan gambar adalah perubahan pada tanda-tanda (yang menjadikan) gambar (itu hidup) , sehingga menjadi bentuk lain yang diperbolehkan seperti pohon, oleh karenanya tidak boleh menggunakan gambar (mahluk bernyawa) meskipun dia tidak mungkin hidup dengan cara seperti itu, karena dalam keadaan seperti ini dia masih gambar mahluk bernyawa baik nama maupun hakikatnya, seperti foto setengah badan dan yang semisalnya” (Silsilah Al-Ahadist Ash-Shahihah 1/693)

Dengan demikian kita bisa mengambil kesimpulan bahwa penggunaan smiley atau icon atau الوجوه التعبيرية (ekspresi wajah) seperti yang ada di YM tidak diperbolehkan. Apalagi terkadang di dalamnya ada hal yang tidak sesuai dengan adab islami. Alhamdulillah, perasaan masih bisa kita ungkapkan dengan kata-kata.

Wallahu a’lam.

Sumber : Blog Ustadz Abdulloh Roy http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com

10 Tanggapan

  1. assalamu’alaykum ummu
    jazakillaahu khoyr untuk sharing ilmunya…
    o iya kalau buat smileynya dengan tanda2 kutip yg pake mata dan bibir saja itu boleh gk ya???
    tapi tidk membentuk wajah loh..

    hmm ahsannya ditinggalkan semua aja kali ya?

    Wa’alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh
    wallohu a’lam ukh, di blog ustadz Abdulloh Roy juga ada yang nanya gitu dan jawaban ustadz, ustadz tidak tahu, kata beliau kalau ragu-ragu ditinggalkan saja..
    wa jazakillahu khoiron

  2. Sangat bermanfaat sekali ilmunya ummu.
    Salam kenal ummu.

    salam kenal juga ukhti..
    baarokalloohu fiik

  3. afwan ummu…
    klo ana perhatikan di blog ummu ada icon YM dikolom “status YM”

    itu kan gak ada bedanya dengan gambar smiley kan um?

    afwan ya um…

    komentar ini nda usah ditampilkan ya um..

    gapapa ditampilin ukh..soalnya ana seneng ada yang mau ngingetin
    sebenarnya dulu dah mau diganti tapi error. Alhamdulillah sekarang udah bisa.
    Jazakillahu khoiron ukh atas nasehatnya..
    Baarokallohu fiik

  4. waiyyaki
    wa fiiki barokallohu

  5. Assalamu’alaykum
    Ummu, kalo gambar gigi dan mulut gimana yah?

    Wa’alaikumussalam warohmatulloh,
    InsyaAlloh ga papa ukht.. karena yang ga boleh itu kepala/wajah sebagaimana dalam hadits Ibnu Abbas di atas : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    الصورة الرأس فإذا قُطِع الرأس فلا صورة
    “Gambar itu kepala, jika dipotong kepala maka tidak ada gambar” (HR. Al-Isma’ili di dalam Mu’jamnya, dari Ibnu ‘Abbas, Dishahihkan Syeikh Al-Albany di Ash-Shahihah 4/554)
    Tapi gambar mulutnya jangan wanita dewasa, wallohu a’lam.

  6. Nanya lagi, hehe, klo gambar manusianya gelap sama aja ga boleh ya karena menyerupai makhluk? Ato gmn?

    Wallohu a’lam, mungkin hukumnya seperti gambar yang dihilangkan wajahnya (mata, hidung, mulut, dll). Tapi kalau anti ragu, sebaiknya ditinggalkan aja…
    فمن اتقى الشبهات فقد استبرأ لدينه وعرضه
    “…Barangsiapa menjauhi syubhat-syubhat (perkara yang samar hukumnya), berarti ia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya…” [Muttafaqun ‘alaih]
    Coba anti tanyakan ke ustadz Abdulloh Roy langsung aja…

  7. ana izin share ya ummu. syukron. jazakillaahu khoyr

    silakan ukhti..ana juga cuman nukil dari web ustadz Abdullah Roy
    wa jazakillahu khoiron.

  8. Assalamu’alaikum wr.wb.
    Sy coba cek hadits ke 2 di:
    http://www.islamweb.net/hadith/display_hbook.php?bk_no=508&hid=296&pid=129311
    رقم الحديث: 296
    (حديث مرفوع) حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ أَبُو الْقَاسِمِ ، ابْنُ بِنْتِ أَحْمَدَ بْنِ مَنِيعٍ ، قَالَ : حَدَّثَنَا مَنْصُورُ بْنُ أَبِي مُزَاحِم ٍ ، حَدَّثَنَا عَدِيُّ بْنُ الْفَضْلِ ، عَنْ أَيُّوبَ ، عَنْ عِكْرِمَةَ ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” الصُّورَةُ الرَّأْسُ ، فَإِذَا قُطِعَ الرَّأْسُ فَلا صُورَةَ ” .

    الحكم المبدئي: إسناد شديد الضعف فيه عدي بن الفضل التيمي وهو متروك الحديث.
    Hukum: sanadnya sangat lemah, rawi bernama ‘Adi bin Al Fadhl At Taimiy seorang matrukul hadits

    Abu Hammad:
    Wa’alaikumussalam wa rohmatulloh wa barokatuh,
    Syaikh al-Albani dalam ash-Shohihah no. 1921 menemukan sanad lain dari jalan Ibnu Ulayyah (Ibnu Hajar berkata : Tsiqoh Hafidz. adz-Dzahabi berkata: Imam Hujjah) dari Ayyub, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda : lalu menyebutkan hadits tsb.
    Berikut nukilannya :
    1921 – ” الصورة الرأس ، فإذا قطع الرأس ، فلا صورة ” .
    قال الألباني في ” السلسلة الصحيحة ” 4 / 554 :
    عزاه السيوطي في ” الجامع الصغير ” للإسماعيلي في ” معجمه ” و بيض له المناوي ،
    فلم يتكلم على إسناده بشيء و قد وقفت على سنده على ظهر الورقة الأولى من الجزء
    الحادي عشر من ” الضعفاء ” للعقيلي بخط بعض المحدثين ، أخرجه من طريق عدي بن
    الفضل و ابن علية جميعا عن أيوب عن عكرمة عن ابن عباس أن رسول الله صلى
    الله عليه وسلم قال : فذكره مرفوعا ، و من طريق عبد الوهاب عن أيوب موقوفا عليه
    . قلت : و ابن علية و اسمه إسماعيل أحفظ من عبد الوهاب و هو ابن عبد المجيد
    الثقفي ، فروايته المرفوعة أرجح ، لاسيما و معه المقرون به عدي بن الفضل على
    ضعفه ، فإذا كان السند إليهما صحيحا ، فالسند صحيح ، و لم يسقه الكاتب المشار
    إليه . و لكن يشهد له قوله صلى الله عليه وسلم في حديث أبي هريرة : ” أتاني
    جبريل … ” الحديث ، و فيه : ” فمر برأس التمثال الذي في البيت يقطع فيصير
    كهيئة الشجرة … ” ، فهذا صريح في أن قطع رأس الصورة أي التمثال المجسم يجعله
    كلا صورة .
    قلت : و هذا في المجسم كما قلنا و أما في الصورة المطبوعة على الورق أو المطرزة
    على القماش ، فلا يكفي رسم خط على العنق ليظهر كأنه مقطوع عن الجسد بل لابد من
    الإطاحة بالرأس . و بذلك تتغير معالم الصورة و تصير كما قال عليه الصلاة
    و السلام : ” كهيئة الشجرة ” . فاحفظ هذا و لا تغتر بما جاء في بعض كتب الفقه
    و من أخذها أصلا من المتأخرين . راجع ” آداب الزفاف ” ( ص 103 – 104 – الطبعة
    الثالثة ” .

  9. assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh
    ukhti, ana mau tanya; jadi bagaimana hukumnya menggambar kepala tanpa mata, tapi ada hidung, telinga dan bibir. Mohon jawabnya berserta dalilnya, syukron jazakillahu khoiron

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: