Larangan Saling Dengki (3): Terapi dari Hasad

Terimalah apa yang Alloh berikan padamu, niscaya engkau menjadi manusia yang paling kaya.

Oleh : Abu Abdillah Syahrul Fatwa

Terapi agar selamat dari hasad

Hasad bisa diobati dengan beberapa perkara9 :

1. Ilmu yang bermanfaat

Karena hakekat ilmu yang bermanfaat akan mencegah pelakunya dari mewujudkan hasadnya. Dia akan menyadari bahwa hasad hanya  akan membahayakan dunia dan agamanya. Bahaya bagi agamanya karena dengan hasad dia akan menentang takdir Alloh. Bahaya bagi dunianya, karena hati orang yang hasad akan merasa pedih dan sakit acapkali melihat orang yang dia dengki mendapat nikmat. Raihlah ilmu yang bermanfaat yang menerangi jalanmu, yang mencegah dari kesalahan. Kemudian amalkanlah.

Imam Ibnu Rojab rohimahulloh mengatakan “Sungguh Alloh telah mengabarkan tentang suatu kaum yang mereka diberikan ilmu akan tetapi ilmunya tidak memberikan manfaat baginya. Maka ini adalah ilmu yang bermanfaat pada sendirinya, akan tetapi pemiliknya tidak bisa memanfaatkannya.” (Fadhl Ilmi Salaf Ala Ilmi Kholaf hlm. 7)

Alloh berfirman :

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِي آَتَيْنَاهُ آَيَاتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ (175) وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ

“ Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah kami berikan kepadanya ayat-ayat kami (Pengetahuan tentang isi al-Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda). Maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan kalau kami menghendaki, sesungguhnya kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan memperturutkan hawa nafsunya yang rendah. (QS. Al-A’rof [7] : 175-176)

2.Taubat

Taubat adalah hal yang sangat menakjubkan. Menghapus dosa sehingga tidak tersisa sedikitpun. Taubat yang nasuha, menyesali dosa hasadnya, meninggalkan dan bertekat untuk tidak mengulanginya kembali di masa akan datang. Apabila hasad muncul bersegeralah minta ampun kepada Alloh, berdoalah agar kedengkian dalam dada hilang.

3. Berfikir positif dan merenungi akibat jelek hasad

Karena dengan demikian dia akan menahan jiwanya dari hasad kepada orang lain. Menyadari bahwa hasad tidak membawa kebaikan sedikitpun.

4. Terimalah taqdir Alloh dengan lapang dada

Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda :

وَارْضَ بِمَا قَسَمَ اللَّهُ لَكَ تَكُنْ أَغْنَى النَّاسِ

“Terimalah apa yang Alloh berikan padamu, niscaya engkau menjadi manusia yang paling kaya. (HR. Tirmidzi 2305, Ahmad 2/310. Dihasankan oleh Al-Albani dalam ash-Shohihah n0.930)

Ibnu Sirin rohimahulloh mengatakan : “ Aku tidak pernah hasad kepada seorangpun dalam urusan dunia. Karena apabila ia ahli surga, bagaimana mungkin aku hasad padanya dalam urusan dunia yang itu tidak ada nilainya di surga nanti. Apabila ia termasuk ahli neraka , maka bagaimana mungkin pula aku hasad padanya dalam urusan dunia sedangkan dia akan masuk neraka? (Ihya ulumuddin 3/1973)

5. Doakan saudaramu

Apabila hatimu terjangkiti hasad, maka doakanlah kebaikan pada orang yang engkau dengki dengan taufiq. Karena doa akan menimbulkan keajaiban, merubah keadaan yang buruk menjadi baik. Pertanda bahwa dirinya tidak dengki dan tidak ada tujuan kecuali kebaikan bagi saudaranya.

6. Merajut cinta karena Alloh

Cintailah saudaramu karena Alloh, mulailah dengan bertanya kepada dirinya, agar hasad dalam jiwa hilang dan orang yang kita dengki menjadi orang yang kita senangi. Karena apabila seorang teman sudah senang dan mencintai saudaranya, sudah barang tentu rasa hasadnya akan berkurang dan hilang. Cobalah, barangkali usaha ini tampaknya sulit, akan tetapi mujarab. Ingatlah selalu firman Alloh yang berbunyi :

وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ

“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” (QS Fushilat[41] : 34)

7. Kunjungan yang berkesan

Kunjungan seorang muslim terhadap saudaranya merupakan bentuk perhatian dan kasih sayang.

Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ عَادَ مَرِيضًا أَوْ زَارَ أَخًا لَهُ فِي اللَّهِ نَادَاهُ مُنَادٍ أَنْ طِبْتَ وَطَابَ مَمْشَاكَ وَتَبَوَّأْتَ مِنْ الْجَنَّةِ مَنْزِلًا

“ Barang siapa yang menjenguk orang sakit, atau mengunjungi saudaranya karena Alloh, maka dia akan dipanggil dari atas langit : Semoga engkau menjadi baik, baik pula perjalananmu dan engkau meraih kedudukan di surga.” (HR. Tirmidzi 1931, Ibnu Majah 1443. Dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Al-Misykah 1575. Lihat pula Shohih al-Jami’ 6387)

Setidaknya, kunjungan kita pada orang yang kita dengki akan mengurangi rasa hasad yang menerpa jiwa.

8. Jangan diam dari kemungkaran

Apabila engkau berada dalam satu majelis, dan ada saudaramu yang sedang dibicarakan karena hasad, maka janganlah engkau basa-basi dengan diam tak peduli. Perintahkan orang yang hasad untuk diam dan bertaubat. Bela kehormatan saudaramu dengan apa yang engkau ketahui tentangnya. Semoga ini salah satu cara jitu untuk menghilangkan rasa hasad yang ada pada orang hasad tersebut.

9.Mengutamakan orang lain

Apabila engkau mengetahui saudaramu hasad pada dirimu dan engkau bertemu padanya dalam suatu majelis, usahakan engkau memulai terlebih dahulu dengan salam dan bertanya. Angkatlah posisinya di hadapan orang, semoga sifat hasad yang ada padanya akan sedikit berkurang kemudian hilang.

10.Minta nasehat darinya

Karena apabila engkau minta nasehat pada orang yang hasad padamu, berarti engkau telah menanamkan nilai kecintaan dan pengagungan dalam dirinya. Hal ini akan membantu hilangnya penyakit hasad pada dirinya.

Ibnu Abbas rodhiyallohu anhuma berkata : “Tiga perkara yang aku tidak dapat membalasnya kecuali doa  : Seorang yang masuk menemuiku dalam suatu majelis, dia berdiri dengan senyum dan gembira. Seorang yang memberi kelapangan kepadaku dalam majelis. Seorang yang tertimpa masalah, kemudian dia minta pendapatku. Mereka adalah orang-orang yang aku tidak dapat membalas kebaikannya kecuali dengan doa.” (Ma’alim Fi Thoriq Tholibil Ilmi, Dr. Abdul Aziz as-Sadhan hlm 103)

Demikianlah sedikit pembahasan masalah hasad. Kita berlindung kepada Alloh agar terhindar dari kejelekan hasad. Kita berdoa agar hati kita bersih dari rasa dengki, iri dan hasad sesama muslim. Allohu A’lam.

Catatan kaki :

9. Ihya Ulumuddin 3/1987, Mausu’ah Nadhrotun Na’im 10/4419, ak-Jami’ Fi Syarhil Aeba’in 2/ 1206

Sumber : Majalah al-Furqon Edisi 12 Tahun ketujuh / Rojab 1429 [Juli 08]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: