Hukum Membunuh Serangga yang Mengganggu

Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Baz rohimahulloh

spray2Assalamua’laikum warohmatullohi wabarokatuh

Pertanyaan :

Serangga yang ada di rumah seperti semut, kecoak dan yang semisalnya, apakah boleh dibunuh dengan air atau dibakar? Jika tidak boleh dibunuh maka apa yang harus kami lakukan?

Jawaban :

Jika serangga-serangga ini menggangu maka boleh dibunuh akan tetapi tidak dengan jenis pembunuh serangga yang berupa api, berdasarkan sabda Nabi shollallohu alaihi wa sallam :

خمس من الدواب كلهن فواسق يقتلن في الحل والحرم الغراب والحدأة والفأرة والعقرب والكلب العقور (وجاء في الحديث الآخر الصحيح ذكر الحية) .

Lima jenis hewan yang semuanya fasiq dan boleh dibunuh di tanah halal dan tanah haram : burung gagak, elang, tikus, kalajengking, dan anjing buas (dan dalam hadits lain yang shohih ada penyebutan ular).

Dan hadits shohih ini dari Nabi shollallohu alaihi wa sallam menunjukkan disyariatkannya membunuh hewan-hewan yang disebutkan dan yang semakna dengannya yang berupa hewan yang mengganggu seperti semut, kecoak, nyamuk, lalat, dan binatang buas untuk menyingkirkan gangguannya. Adapun jika semut itu tidak mengganggu maka ia tidak boleh dibunuh, karena Nabi shollallohu alaihi wa sallam melarang membunuh semut, lebah, burung hud-hud, dan burung shurod, yang demikian jika mereka tidak mengganggu.

Adapun jika mereka mengganggu maka mereka sama dengan lima jenis hewan yang telah disebutkan dalam hadits.

Wallohu waliyyut taufiiq.

Sumber : Majmu’ Fatawa wa Maqolat Mutanawwi’ah Juz 7 dari fatwa-fatwa Samaahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Baz rohimahulloh

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته .

السؤال :
الحشرات التي توجد في البيت مثل النمل والصراصير وما أشبه ذلك هل يجوز قتلها بالماء أو بالحرق ، وإن لم يجز فماذا نفعل؟

الجواب :
هذه الحشرات إذا حصل منها الأذى تقتل لكن بغير النار من أنواع المبيدات . لقول النبي صلى الله عليه وسلم : ((خمس من الدواب كلهن فواسق يقتلن في الحل والحرم الغراب والحدأة والفأرة والعقرب والكلب العقور)) وجاء في الحديث الآخر الصحيح ذكر الحية .
وهذا الحديث الصحيح عن النبي صلى الله عليه وسلم يدل على شرعية قتل هذه الأشياء المذكورة وما في معناها من المؤذيات كالنمل والصراصير والبعوض والذباب والسباع دفعا لأذاها ، أما إذا كان النمل لا يؤذي فإنه لا يقتل ، لأن النبي صلى الله عليه وسلم نهى عن قتل النملة والنحلة والهدهد والصرد ، وذلك إذا لم يؤذ شيء منها .
أما إذا حصل منه أذى فإنه يلحق بالخمس المذكورة في الحديث . والله ولي التوفيق .

المصدر :
مجموع فتاوى ومقالات متنوعة الجزء السابع من فتاوى سماحة الشيخ عبد العزيز بن باز رحمه الله

6 Tanggapan

  1. Assalaamu’alaykum…
    Bagaimana dengan laba-laba dan cicak?
    Jazakillaah khoyr
    Wassalamu’alaykum warahmatullaah

    wa’alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh

    Tentang cicak, ada hadits2 yang memerintahkan membunuhnya:
    عن سعد بن أبي وقاص أن النبي أمر بقتل الوزغ وسماه فويسقا رواه مسلم
    Diriwayatkan dari sahabat Sa’a bin Abi Waqqas radliyallaahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallaahu alaihi wa sallam memerintahkan agar kita membunuh cicak, dan beliau menyebutnya sebagai fuwaisiq (binatang jahat). [HR. Muslim]

    Bahkan membunuh cicak berpahala, sebagaimana dalam hadits Rosululloh shollalohu alaihi wa sallam:
    مَنْ قَتَلَ وَزَغًا فِى أَوَّلِ ضَرْبَةٍ كُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ وَفِى الثَّانِيَةِ دُونَ ذَلِكَ وَفِى الثَّالِثَةِ دُونَ ذَلِكَ رواه مسلم
    “Barang siapa yang membunuh cicak dengan sekali pukul, maka ia mendapatkan pahala seratus kebaikan, dan bila ia membunuhnya pada pukulan kedua, maka ia mendapatkan pahala kurang dari itu, dan bila pada pukulan ketiga, maka ia mendapatkan pahala kurang dari itu.” [HR. Muslim]

    Adapun laba-laba, jika mengganggu atau membuat bagian atas rumah menjadi kotor, boleh diusir & dibersihkan, sebagaimana difatwakan oleh syaikh Abdul Aziz bin Baz rohimahulloh di link ini.

    Wallohu a’lam.

  2. Assalaamu’alaykum…
    Bagaimana kalau laba yang sudah kita usir nanti kembali lagi ke rumah kita… Soalnya laba2 dirumah saya sudah banyak sekali jumlahnya…
    Wa’alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh….

    wa’alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh..
    sering2 dibersihin aja rumahnya biar tidak banyak sarang laba2nya..

  3. lalu bagaimana dengan hadits

    إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ قَتْلِ أَرْبَعٍ مِنَ الدَّوَابِّ النَّمْلَةُ وَالنَّحْلَةُ وَالْهُدْهُدُ وَالصُّرَدُ

    Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang membunuh empat jenis binatang, yaitu: semut, lebah, burung hud-hud dan burung shurad (sejenis burung gereja). [HR. Abu Daud, Kitab al-Adab, Bab fi Qatli Ad-Dzur No; 5267].

  4. aku baru aja membunuh laba2 apa hukumnya ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: