Hukum Membunuh Nyamuk atau Lalat Dengan Raket Listrik

Rosululloh shollallhu alaihi wa sallambersabda:

إِنَّهُ لَا يَنْبَغِي أَنْ يُعَذِّبَ بِالنَّارِ إِلَّا رَبُّ النَّارِ

“Sesungguhnya tidak boleh menyiksa dengan api kecuali penguasa api (yakni Alloh, pent).”[HR. Abu Dawud no. 2675, dishohihkan syaikh al-Albani dalam ash-Shohihah no. 487]

Bagaimana dengan raket listrik atau lampu setrum yang biasa digunakan untuk membunuh nyamuk & lalat? Simak jawaban syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin berikut ini:

***

Oleh: Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin rohimahulloh

Pertanyaan:

Apa hukum menggunakan alat listrik yang bisa menyetrum serangga ?

Jawaban Syaikh:

Tidak mengapa menggunakannya, dikarenakan:

Yang pertama, menyetrumnya tidaklah membakarnya, akan tetapi hal tersebut membuatnya mati, buktinya jika engkau letakkan kertas di atas alat ini, kertas itu tidak terbakar.

Yang kedua, orang yang meletakkan alat ini tidak bermaksud untuk menyiksa lalat dan serangga dengan api, akan tetapi tujuannya adalah untuk menolak gangguannya. Ada hadits yang melarang menyiksa dengan api, sedangkan ini tidaklah untuk menyiksa akan tetapi untuk menolak gangguan.

Yang ketiga, sangat sulit untuk membasmi serangga kecuali dengan menggunakan alat ini atau dengan alat yang menyemprotkan bau tidak enak yang terkadang bisa memudhorotkan badan. Dan Nabi shollallohu alaihi wa sallampernah membakar pohon kurma Bani Nadhir, sedangkan di pohon kurma biasanya terdapat burung, serangga dan yang semisalnya.

Ummushofi.wordpress.com *** Ummushofi.wordpress.com

Diterjemahkan dari: Fatawa Nur ‘ala ad-Darb http://www.ibnothaimeen.com/all/noor/article_9081.shtml

Tambahan:

Para ‘ulama khilaf dalam masalah ini, diantara yang melarang adalah syaikh Muqbil (download rekamannya), syaikh Abdul Aziz ar-Rajihi (link), dll. Dan yang membolehkan : syaikh Ibnu Utsaimin (link), syaikh Abdul Muhsin al-Abbad (download rekamannya), Syaikh Abdulloh bin Jibrin (link), dll.

Wal amru fiihi waasi’… wallohu a’lam.

Ummushofi.wordpress.com *** Ummushofi.wordpress.com

السؤال: أحسن الله إليكم يقول السائل ما حكم استعمال الآلة لكهربائية التي تقوم بصعق الحشرات؟

 الجواب

الشيخ: لا بأس بها لوجهين الوجه الأول أن صعقها ليس فيه إحراق ولكنه صعق يمتص الحياة بدليل أنك لو وضعت قرطاسة على هذه الآلة لم تحترق ثانياً أنه الواضع هذه هذا الجهاز لم يقصد تعذيب البعوض والحشرات بالنار وإنما قصد دفع أذاها والحديث نهى أن يعذب بالنار وهذا ما عذب هذا لدفع أذاها الثالث أنه لا يمكن في الغالب القضاء على هذه الحشرات إلا بهذه الآلة أو بالأدوية التي تفوح منها الرائحة الكريهة وربما يتضرر الجسم منها ولقد أحرق النبي صلى الله عليه وعلى وسلم نخل بني النضير والنخل عادةً لا يخلو من طير أو حشرة أو ما أشبه ذلك.

_____________

Tulisan terkait:

About these ads

5 Tanggapan

  1. Assalamu’alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh, jazakumullaahu khoyron atas ilmu nya….

    namun ada yg mau saya sedikit kritisi penggunaaan kalimat “diantara yang melarang” pada

    Tambahan:

    Para ‘ulama khilaf dalam masalah ini, diantara yang melarang adalah syaikh Muqbil, syaikh Abdul Aziz ar-Rajihi
    ==============karena menurut link

    Membunuh Lalat dengan Raket Listrik

    فضيلة الشيخ: ما حكم قتل الذباب بالصاعق الكهربائي، علما أن أجهزة الصعق منتشرة بكثير من المساجد؟

    Pertanyaan, “Apa hukum membunuh lalat dengan raket listrik? Perlu diketahui bahwa alat ini tersebar di banyak masjid (di Saudi)”

    الأولى ألا يقتلها بالكهرباء؛ لأن هذا نوع من النار، لقول النبي: لا يعذب بالنار إلا رب النار يكون قتلها بشيء آخر بفليت أو ما أشبه ذلك.

    Jawaban Syaikh Abdul Aziz ar Rajihi, “Yang lebih baik adalah tidak membunuh lalat dengan menggunakan listrik karena listrik itu sejenis dengan api. Sedangkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak boleh menyiksa dengan api kecuali pemilik api (baca: Allah)”.
    Hendaknya lalat dibunuh dengan alat yang lain”.
    =============================================
    beliau menjawab dengan kalimat “lebih baik ditinggalkan”

    mohon di cermati kalimat “larangan” dengan perkataan “yang lebik baik adalah tidak membunuh lalat dengan racket listrik”

    agar kami dapat menghargai pendapat orang lain,

    sumber :http://shrajhi.com/?Cat=1&Fatawa=542

    Artikel http://www.ustadzaris.co

  2. Assalamu alaikum izin copas ya um…

    wa’alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh..
    silakan umm..semoga bermanfaat…^^

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.220 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: